Tersimpan



Pentigraf: Yant Kaiy

Aku memang tak mau mengenalnya. Tidak ada keinginan sejumput pun. Toh, dia cowok biasa-biasa saja. Di mataku, dia lelaki muda luntang-lantung. Tak menjanjikan hidup sukses.

Sebagai teman adikku, suatu ketika dia ke rumah. Lama dia menunggu adikku seorang diri di belakang rumah. Lewat smart-phone, ia asyik berselancar di dunia maya. Kubawakan minuman buatnya. Ia tersenyum. Senyum penuh arti. Aku menemaninya. Bercerita apa saja.

Tiba-tiba ada getar aneh menjalar ke jantungku. Tidak menyangka kalau dia berani mengungkapkan isi hatinya. Walau usianya lebih muda dariku.[]



LihatTutupKomentar
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617