Ketidaknormalan Menstruasi Sering Dihadapi Wanita (Bagian I)
Artikel Keluarga: Yant Kaiy
Umumnya pada masa fase I menstruasi berlangsung 2 sampai 8 hari. Selama fase ini terjadi peluruhan sebagian besar keluar bersama darah haid yaitu dinding rahim. Ketika menjalani fase I, banyak wanita yang mengalami beberapa keluhan seperti sakit kepala, kejang perut, terkumpulnya cairan, nyeri tulang belakang, kadang timbul kecemasan serta depresi.
Pada masa fase II, yaitu masa subur yang berlangsung sejak hari ke-5 (dihitung sejak hari pertama menstruasi) sampai saat menempelnya sel telur pada dinding rahim, sekitar terjadi pada hari ke-14. Pada masa fase ini biasanya kadar hormon estrogen menjadi naik sehingga otot rahim menjadi hipertrofi serta hiperplastis. Dan pada masa ini disebut juga dengan fase preovulatori.
Menstruasi yang berlangsung kira-kira 14 hari biasanya disebut dengan fase III, hal ini terhitung mulai ovulasi atau menempelnya sel telur pada dinding rahim hingga awal haid berikutnya. Pada masa fase ini biasanya disebut juga dengan fase pasca-ovulatori.
Dengan fase pre-menstruasi dan menstruasi memang dapat membawa perubahan dalam diri tubuh wanita, yaitu bertambah meningkatnya jumlah hormon estrogen. Maka dengan meningkatnya jumlah estrogen akan menyebabkan penyimpanan (retensi) kadar garam air seni, menaikkan volume cairan darah di luar sel-sel, menurunkan volume air seni, serta dengan meningkatnya berat badan. Reaksi-reaksi dari berbagai perubahan tersebut umumnya berbeda-beda, tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing. (Bersambung)

