Rabu, 07 April 2021

Elegi Covid-19



Pentigraf: Yant Kaiy

Sakit suamiku bertambah parah setelah dirawat di rumah sakit terkemuka. Hati jadi ketar-ketir. Jangan-jangan… Ah, tidak mungkin. Tim dokter tentu punya hati nurani. Kalau kecurigaan itu benar adanya, mereka tergolong paling dilaknat Tuhan. Mereka akan berurusan dengan pengadilan akhirat.

Atas saran kakak ipar, suamiku dipindahkan ke rumah sakit swasta. Dua hari saja demam suamiku sembuh. Beberapa perawat sebelumnya protes. Mereka marah. Berusaha menjemput paksa. Suamiku bangkit menghunus senjata tajam.

“Langkahi dulu mayatku. Kalian telah menjebakku. Memvonis Covid-19. Pulanglah! Kalian memang bajingan. Kalian pembunuh berdarah dingin. Covid-19 kalian jadikan ladang bisnis. Apakah kurang gajimu. Bajumu, celanamu, sepatumum bahkan celana dalammu dari tetes keringat rakyat. Masih saja kalian mau memeras kami,” teriak suamiku dengan amarah terkendali.

Pasongsongan, 7/4/2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...