Tergores Kecewa



Pentigraf: Yant Kaiy

Aku tidak membencinya meski tidak mencintainya lagi. Tidak seperti dulu lagi karena luka itu masih membekas di jiwa. Sesungguhnya kesalahannya tidak fatal amat. Bukan hakku memberi pelajaran dengan bersikap begitu. Namun aku tak ingin dikemudian hari ia lebih dahsyat menikamku dari belakang.

Biarlah jarak membatasi kedekatan yang melahirkan perbedaan pandangan. Rambut boleh sama, isi kepala tentu akan berbeda setiap insan.

Saling menyapa padanya tetap terjaga diantara seutas senyum berbalut kepalsuan. Sejarah indah bersamanya tinggal puing-puing.[]

Pasongsongan, 19/1/2021






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung