Pentigraf: Yant Kaiy Kenangan itu terasa kemarin saja berlalu. Peristiwa itu takkan pernah kembali. Sikapku kepadanya mengusik piki...
Pentigraf: Akhmad Jasimul Ahyak Mereka adalah senja senandung hati yang selalu menghiburku dengan irama rindu berhiaskan rona jin...

Mati Cinta

Pentigraf: Yant Kaiy Kepergiannya begitu cepat berlalu. Aku benar-benar merasa kehilangan. Tapi aku tak bisa mencegahnya menikah lag...
Pentigraf: Yant Kaiy Dengan mengenakan jilbab jingga Tonah melenggang di gang sempit menuju tempat tinggalnya. Sampai di rumah tern...
Pentigraf: Yant Kaiy Popularitas saat ini menjadi sangat mudah didapatkan siapa saja dengan adanya sosial media. Tonah tidak keting...
Pentigraf: Yant Kaiy Beruntung aku mendapatkan kembali imam hidupku. Debur adalah lelaki setia. Penuh pengertian terhadap aku dan...

Percaya Diri

Pentigraf: Yant Kaiy Kemiskinan bukanlah suatu halangan bagi Debur untuk meraih sukses. Memang tidak mudah dalam menerapkannya dala...

Terpaksa

Pentigraf: Yant Kaiy Kemampuan diri harus diukur oleh pribadi yang bersangkutan. Aku tak mau memaksakan diri. Menyadari banyak sisi...
Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt Tersedianya sarana dan prasarana teknologi digital di Balai Desa Pasongsongan Kecama...

Membeli Surga

Pentigraf: Yant Kaiy Dari berjuta-juta umat di alam barzakh, hanya Tonah tak mengharap surga. Karena surga itu datang sendiri kepad...
Pentigraf: Yant Kaiy Wajah-wajah yang datang dari masa depan sudah tergambar jelas hari ini di pelupuk mataku. Mereka tak lagi jele...
Pentigraf: Yant Kaiy Tak pernah terpikirkan kalau Tonah akan membuat onar di lingkungan kampus tempatku kuliah. Kata-katanya menunj...
Pentigraf: Yant Kaiy Sudah berulangkali kumaafkan dia. Tapi aku sudah tidak mencintainya lagi. Meski dia sangat mendambakan aku s...
Pentigraf: Yant Kaiy Sejatinya pejabat kantor pemerintah berlaku amanah. Karena suka tidak suka, mereka makan dari rakyat. Negara m...
Pentigraf: Yant Kaiy Diamku melahirkan ketakutan. Ketakutan yang mencabik-cabik sekujur raga. Gelisah membakar jiwa. Bingung dan ta...

Senyum Tulus

Pentigraf: Yant Kaiy Parasnya biasa-biasa saja. Tapi senyumnya, bagiku yang paling berkesan dari dia. Senyum ketika masih di bangku...
Pentigraf: Yant Kaiy Buat apa serumah dengan perempuan liar bagai ular, lebih baik aku biarkan dia pergi bersama kekasih gelapnya. ...

Luka

Pentigraf: Yant Kaiy Sangat dalam aku mencintainya. Aku bahkan sudah termasuk bagian keluarga Tonah, walau aku dengannya masih seba...

Yang Terbuang

Pentigraf: Yant Kaiy Karena Tonah telah memilih lelaki lain sebagai pendamping hidupnya, dan menolak Debur pilihan ayahnya, akibatn...

Bangkrut

Pentigraf: Yant Kaiy Khawatir  takut tak makan menjadi harga mati. Tak bisa ditawar lagi. Apalagi sudah punya istri dan anak. Belum...

Pulsa

Pentigraf: Yant Kaiy Tonah hendak membeli minyak goreng, obat nyamuk bakar dan sabun mandi di warung langganannya. Tiba-tiba suam...
Opini: Slamet Jayadi*) Benarkah masyarakat kita kurang makan buah?  Pertanyaan tersebut perlu pembuktian. Pada kebiasaan pola mak...

Berpisah

Pentigraf: Yant Kaiy Ujung dari satu perpisahan sangat menyakitkan dalam kenangan. Kristal-kristal cinta itu lebur akibat emosi dir...