Geliat Berliterasi di Desa Pasongsongan
![]() |
| Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt |
Tersedianya sarana dan prasarana teknologi digital di Balai
Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep telah menambah
gairah para kaum muda untuk mengembangkan kemampuan berliterasi.
Di desa ini
banyak alumnus dari beberapa perguruan tinggi terkemuka yang memiliki
kompetensi dasar menulis. Tak tanggung-tanggung ada penulis warga Desa
Pasongsongan yang ditarik oleh media online di Pulau Jawa dengan gaji tetap.
Jelas hidupnya pun makmur.
Bercermin dari sosok sukses inilah geliat kaum muda
berliterasi tiap tahun terus mengalami peningkatan. Banyak diantara mereka yang
hijrah ke kota lain, mencari kans lewat kapasitas yang dimilikinya.
Tersedianya jaringan wifi (wireless fidelity) di balai desa
mulai dimanfaatka mereka untuk mengasah bakat yang dimilikinya. Kepala Desa
Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto, S.Pt. memberikan akses seluas-luasnya
kepada mereka untuk mengembangkan kompetensinya.
“Balai Desa adalah milik masyarakat. Maka dari itu, siapa
pun warga Desa Pasongsongan yang berminat menulis, kami menyediakan komputer
untuk dipakai. Di Balai Desa juga ada perpustakaan yang bisa dijadikan
sumber/bahan menulis. Saya mendukung penuh hal-hal yang berkaitan dengan
literasi,” terang Kades AS. Harianto sangat serius kepada apoymadura,
Jumat (13/3/2020).
Lebih jauh Kades Pasongsongan ini mengatakan, memang ada sebagian kaum awam yang menganggap,
menjadi penulis adalah pekerjaan para orang “pemalas”. Sebab masyarakat awam
menganggap kerja itu adalah berangkat pagi dan pulang sore. Itu lagu lama.
“Padahal ada dari mereka yang memiliki website dan punya
penghasilan dari kegiatan berliterasinya itu. Yakni dengan meminta iklan kepada
Google. Bahkan ada sebagian pengusaha yang beriklan dengan bayaran lumayan pada
websitenya,” pungkasnya disela-sela menerima tamu dari Kabupaten Sumenep. (Yant
Kaiy)

