Terpaksa
Pentigraf: Yant Kaiy
Kemampuan diri harus diukur oleh pribadi yang bersangkutan.
Aku tak mau memaksakan diri. Menyadari banyak sisi kelemahan kumiliki. Kenapa
mesti terjerumus ke lembah dusta berujung nestapa. Bukan aku putus asa dalam kompetisi
yang bakal dihadapi. Kompetisi berbicara di depan publik yang digelar oleh kaum
intelektual.
Namun Tonah mempercayaiku, bahwa aku paling “jago”
membeberkan segala pembenaran dari sekian banyak kesalahan dan kelemahan. Dia
berharap agar aku bisa membangun kepercayaan terhadap mereka. Kepercayaan ini
akan jadi acuan arah pembangunan berkelanjutan.
Aku pun terjebak karena Tonah telah banyak membantu materi
pada keluargaku. Ini namanya lingkaran setan, pekikku di tengah kegelapan
malam.
Pasongsongan, 13/3/2020
