Wajah Kepalsuan
Pentigraf: Yant Kaiy
Wajah-wajah yang datang dari masa depan sudah tergambar
jelas hari ini di pelupuk mataku. Mereka tak lagi jelek. Mereka telah mengalami
proses transformasi sekian lama. Seperti pengaruh musim yang tak menentu sehingga
mereka berevolusi. Beradaptasi dengan segala rupa terbaik. Lewat alat-alat
kecantikan, mereka terus berlomba merias diri seindah purnama.
Mereka tak lagi peduli pada nurani. Cinta pun jadi palsu.
Karena wajah-wajah itu tidak lagi ceria. Khawatir, waswas, resah, gundah,
gelisah ada pada wajah-wajah itu. Alasan tak punya waktu agar khawatir terobati
menjadi ujung tombak menepis jalinan silaturahmi.
Aku tengadah. Mengimla rintik hujan setia menyirami bumi. Kubasuh
wajah dengan air wudhu. Ternyata, wajah-wajah itu adalah aku.
Pasongsongan, 13/3/2020
