Jejak Masa Silam
Pentigraf: Yant Kaiy
Kenangan itu terasa kemarin saja berlalu. Peristiwa itu
takkan pernah kembali. Sikapku kepadanya mengusik pikiran saban malam.
Bagaimana aku bisa menghapusnya. Karena kebersamaan antara aku dan Tonah
terjalin 40 tahun lampau. Ada sikapku yang membuat air matanya mengalir, sebab
sebuah perbedaan yang menurutku salah.
Aku tak pernah mengaji keinginannya. Menurutku yang baik
itulah yang mesti dilakukan. Padahal ide Tonah kadang lebih baik ketika
gagasanku gagal dalam perjalanannya.
Penyesalan kadangkala berkelebat di benak. Tapi semua tidak
akan mengembalikan pernik-pernik kemesraan yang pernah kami reguk. Sungguh,
kepergiaanya membuat aku terluka. Pasti hanya doa yang membuat dirinya bahagia
di alam sana.
Pasongsongan, 14/3/2020
