Pada Diam Dia Bicara
Pentigraf: Yant Kaiy
Diamku melahirkan ketakutan. Ketakutan yang mencabik-cabik
sekujur raga. Gelisah membakar jiwa. Bingung dan tak mengerti bercampur-aduk
dengan waswas. Tak ada lelah. Aku kadang bersembunyi di tempat sempit
menghindar nada bicara mereka. Pohon-pohon, dedaunan, batu, rumput, langit,
awan, tanah yang kupijak, air, api yang terlihat mata-batin semua pada
berbicara. Terpaksa aku menutup telinga.
Tak ada yang bisa mencegahnya. Suara-suara yang orang lain
tak bisa mendengarnya, tampak jelas di indera pendengaranku. Kata orang aku
sudah gila. Tapi pikiranku waras.
Ketika bumi beguncang, langit runtuh, gunung meletus, banjir
datang menyapu habis segala yang ada di muka bumi, lalu terbitlah sang surya di
ufuk timur. Indah menawan hati. Lalu ada suara. “Kenapa kau takut? Semua itu
aku!” Kalau kau aku tak takut. Sebab kau adalah…
Pasongsongan, 12/3/2020
