Bangkrut
Pentigraf: Yant Kaiy
Khawatir takut tak
makan menjadi harga mati. Tak bisa ditawar lagi. Apalagi sudah punya istri dan
anak. Belum lagi kalau anak sudah memasuki perguruan tinggi, tentu kebutuhan
uang akan semakin meningkat. Sebagai lelaki tak bisa mengelak lagi. Ia harus
banting tulang mencari duit supaya bisa memenuhi kebutuhan itu.
Demikian pula yang dialami Debur saat ini. Dua putri
cantiknya sudah kuliah. Sedangkan yang bungsu tahun depan akan menyusul kedua
kakaknya. Debur memeras otak bagaimana dana kebutuhan pendidikan bisa
terpenuhi. Ia kerja lembur. Sampai di rumah membantu istrinya membuat kue untuk
dijual ke pasar besok paginya. Tapi masih juga belum cukup.
Lalu Debur jatuh sakit karena kelelahan. Kurang istirahat,
begitu dokter bilang setelah memeriksanya. Karena ia tidak kuat bekerja,
cicilan bank menunggak, akhirnya rumah Debur disita. Orang-orang pun
menyalahkan dia. Padahal Debur berjuang untuk pendidikan anak-anaknya.
Pasongsongan, 12/3/2020
