Jilbab Berlumpur
Pentigraf: Yant Kaiy
Dengan mengenakan jilbab jingga Tonah melenggang di gang
sempit menuju tempat tinggalnya. Sampai di rumah ternyata Debur sudah
menunggunya. Kedua orang Tonah mengerti kalau Debur lelaki baik. Tak ada kesan
dia pria brengsek. Maka dia diperkenankan untuk menjadi pacar anaknya.
Mereka berdua keluar dengan mengendarai sepeda motor. Malam
Minggu memang sudah menjadi acara tetap mereka berkencan. Setelah makan bersama
di restoran langganan, mereka menuju taman kota. Banyak muda-mudi nongkrong di
situ.
Setelah puas bercerita apa saja, lalu menuju hotel. Di kamar
mereka bermesraan. Debur melepas baju, celana, dan jilbab Tonah. Kedua insan
berlainan jenis tanpa sehelai benang itu saling serang, menumpahkan rindu
menggelegak. Ternyata… Tonah hanya memberi jilbab kepalanya, bukan hatinya.
Pasongsongan, 13/3/2020
