Mati Cinta
Pentigraf: Yant Kaiy
Kepergiannya begitu cepat berlalu. Aku benar-benar merasa
kehilangan. Tapi aku tak bisa mencegahnya menikah lagi. Diagamaku hal itu
diperbolehkan. Tapi diagamanya tidak. Aku tak mempertentangkannya. Di usiaku
yang mencapai kepala lima, yang terpikir
olehku adalah anak-anak. Kucurahkan cinta dan perhatianku seluas lautan
kepadanya, biar lenyap luka menganga di dada.
Aku menikah dengan Debur berbeda keyakinan. Tidak ada
kesepakatan diantara kami sebelumnya jika menikah harus memilih
kawin secara agama apa. Atas usulku, aku menikah ikut agama dia. Kedua orang
tua dan saudaraku tidak ada yang protes. Semua berlangsung sesuai dengan
impian.
Kini aku tak menyesal bercerai dengan Debur. Sebab aku tak
bisa mempersembahkan cinta suci kepadanya. Biarlah dia mengembara sepuas hati.
Pasongsongan, 14/3/2020

