Novel: Yant Kaiy Dari pagi ke pagi. Kendaraan yang membawaku terasa lambat, padahal hatiku tak dapat diingkari sangat ingin cepat samp...
Novel: Yant Kaiy Entah mengapa aku harus membiarkan waktu terbuang dan larut d a lam kepedihan yang mengukir perjalanan tak tentu rimban...
Novel: Yant Kaiy Aku ti dak mau menjadi pe cundang. Kendati diriku tak mampu mem persembah kan sesuatu paling berharga supaya bisa di...
Novel: Yant Kaiy "Aku butuh makan . " “ Kau membuatku bergetar..." “ Ini bukan nafsuku... " Aku tak ingin hidu...
  Novel: Yant Kaiy Biarlah aku berdiri tegak dari bentuk kehidupan lumpur hitam . Tak ingin aku menyalahkan siapa saja lantaran diri in...
Catatan: Yant Kaiy Masyarakat yang awam tentang politik di pelosok kampung tahu lewat berita di media massa elektronik, kalau di Amerika...
Novel: Yant Kaiy Aku masih sanggup bertahan pada serangan fajar setan itu. Sebab goresan masa lalu masih membakar darahku merah saga, ...
  Novel: Yant Kaiy Waktu pun dihiasi usia menua, bergulir, mengalir ke selokan menaburkan bau bangsat. Semua orang kencing di sana. Teta...
Novel: Yant Kaiy Aku lupa tak membawa sekeranjang lamunan pada bisikan malam sunyi, se bab aku menyusuri lorong gelap dengan langkah t...
Novel: Yant Kaiy B iarlah tuli mereka dengan realitas kepedihan sayatan sembilu diantara kemiskinan dan kesengsaraannya . B iarlah aku s...
  Novel: Yant Kaiy Sebenarnya masih banyak kesempatan untuk "berontak" kepada situasi sebab hal demikian termasuk kedalam jiw...