Novel: Yant Kaiy Namun masih terdapat keping - keping duka berserakan, sulit terhapus pada benak gelisah berkepanjangan . Aku kemudi...
Novel: Yant Kaiy K epada manusia yang tak tahu adat, picik, sempit wawasan, sering kurang ajar, semena-mena terhadap kaum tampak lemah. ...
Supriyadi melakukan beberapa pijatan di kepala pada salah seorang pasien diabetes. (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Bondowoso – Therapy Gondo...
Novel: Yant Kaiy Anehnya mereka tidak mau tahu dengan kejengkelan yang kupersembahkan . A tau mereka memang tuli akan nasib yang lebih s...
Novel: Yant Kaiy Dari pagi ke pagi. Kendaraan yang membawaku terasa lambat, padahal hatiku tak dapat diingkari sangat ingin cepat samp...
Novel: Yant Kaiy Entah mengapa aku harus membiarkan waktu terbuang dan larut d a lam kepedihan yang mengukir perjalanan tak tentu rimban...
Novel: Yant Kaiy Aku ti dak mau menjadi pe cundang. Kendati diriku tak mampu mem persembah kan sesuatu paling berharga supaya bisa di...
Novel: Yant Kaiy "Aku butuh makan . " “ Kau membuatku bergetar..." “ Ini bukan nafsuku... " Aku tak ingin hidu...
  Novel: Yant Kaiy Biarlah aku berdiri tegak dari bentuk kehidupan lumpur hitam . Tak ingin aku menyalahkan siapa saja lantaran diri in...
Catatan: Yant Kaiy Masyarakat yang awam tentang politik di pelosok kampung tahu lewat berita di media massa elektronik, kalau di Amerika...
Novel: Yant Kaiy Aku masih sanggup bertahan pada serangan fajar setan itu. Sebab goresan masa lalu masih membakar darahku merah saga, ...