Novel: Yant Kaiy Waktu pun dihiasi usia menua, bergulir, mengalir ke selokan menaburkan bau bangsat. Semua orang kencing di sana. Teta...
Novel: Yant Kaiy Aku lupa tak membawa sekeranjang lamunan pada bisikan malam sunyi, se bab aku menyusuri lorong gelap dengan langkah t...
Novel: Yant Kaiy B iarlah tuli mereka dengan realitas kepedihan sayatan sembilu diantara kemiskinan dan kesengsaraannya . B iarlah aku s...
  Novel: Yant Kaiy Sebenarnya masih banyak kesempatan untuk "berontak" kepada situasi sebab hal demikian termasuk kedalam jiw...
Novel: Yant Kaiy Kuingin menolongny a. Namun dengan apa aku dapat mengembalikan dunia mereka yang kelaparan, tertindas, terinjak - injak...
  Novel: Yant Kaiy Aku ingin hidup sederhana, tenang kureguk bersama kerendahan hati terhadap sesama agar dapatnya mampu memahami isya...
  Novel: Yant Kaiy Akan kusinari di sudut kebimbangan dan rasa cengeng tak bercakrawala, kendati kurasa ada yang hilang dari diriku, ke...
  Novel: Yant Kaiy Aku pun terus membuat langkah-langkah baru sebagai antisipasi kegagalan menghadapi berjuta kendala . A ku juga membu...
  Novel: Yant Kaiy Lalu siapa yang salah? J ikalau budaya "kutu buku" dari rakyat musnah, sedangkan seniman - seniman yang ta...
Novel: Yant Kaiy S ebab apabila aku membaca hikayat; acapkali dipidatokan dengan suara membahana oleh alim ula ma , maka air mataku t...
Novel: Yant Kaiy Andai saja ketulian dapat ditukar dengan kemuakan, maka aku ingin tul i saja menjadi pilihan utama. Tetapi ketulian dan...