Pasongsongan: Simfoni Tiga Etnis di Pesisir Madura
Bentuk rumah peranakan Tionghoa di Pasongsongan. Di ujung barat utara Sumenep, Desa Pasongsongan berdiri sebagai bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan beban. Desa ini bukan sekadar titik geografis, melainkan laboratorium sosial tempat etnis Arab, Tionghoa, dan Pribumi (Madura) merajut harmoni tanpa gesekan selama berabad-abad. Kunci kedamaian Pasongsongan terletak pada akar budayanya yang terbuka. Sebelum pengaruh besar Islam dan perdagangan masuk, masyarakatnya telah lebih dulu dipengaruhi nilai-nilai Hindu dan Buddha. Karakter "terbuka" inilah yang jadi modal utama warga lokal dalam menyambut pendatang tanpa rasa curiga. Religi dan Perniagaan Kedua bangsa pendatang memainkan peran strategis yang saling mengisi: Etnis Arab: Hadir dengan pendekatan santun dalam menyebarkan ajaran Islam hingga menyatu dalam spiritualitas warga. Peranakan Tionghoa: Jadi penggerak utama nadi perekonomian melalui jaringan niaga dan pelabuhan. Kedua etnis ini tidak m...