Noktah Rindu

Pentigraf: Yant Kaiy Dia dan aku sudah berambut dua. Kami sama-sama telah memiliki anak. Suamiku berkantong tebal lantaran bekerja disal...
Ceng Sunayan (kiri) bersama Ceng Sukiman di pagelaran Macapat Madura. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Di Dusun Sempong Barat Desa/K...

Impian Terbang

Pentigraf: Yant Kaiy Banyak sisi kusuka dari Fitri. Otaknya brilian. Di sekolah tidak sombong. Mudah bergaul dengan siapa saja. Parasnya...
Catatan: Yant Kaiy Rabu, 15 September 2021, saya membeli tembakau rajang kering di   sebelah selatan Masjid Jamik Sumenep. Saya beli palin...
Pertunjukan Macapat Madura. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Dalam Macapat Madura ada pagelaran bernama Rokat Pandhaba. Biasanya pem...

Sebutir Dendam

Pentigraf: Yant Kaiy Dulu dedam di hatiku tumbuh liar. Sungguh, aku tak mampu mengendalikannya. Meski banyak masukan, saran dari orang-o...

Hasrat

Pentigraf: Yant Kaiy Tonah tak mampu menahan kepedihan. Dadanya sesak, serasa mau pecah saja. Sebelumnya, berjibun permasalahan hidup ma...
Catatan: Yant Kaiy Pada 2021 kali ini hasil panen tembakau di  Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mulai berkurang. Dari tahun ke tahun laha...
Puisi: Yant Kaiy Terbalut Gundah sering kuberjalan tanpa tujuan menghitung langkah sedih tubuh kerdilku tak berdaya memendam bal...
Catatan: Yant Kaiy Dari sekian banyak kiat sukses menjadi seorang Kepala Desa (Kades), ada salah satu trick yang membikin warga masyarak...
Puisi: Yant Kaiy Kampung Kemarau terik menyengat tanah kelahiran udara garing berhembus bawa debu rumput liar terbakar api iri ses...