In Memoriam Yuli (VIII) Puisi: Yant Kaiy   Yuli, engkau dapat melukiskan sendiri tentang tersiksanya aku kala itu sungguh, tak a...
In Memoriam Yuli (VII) Puisi: Yant Kaiy   masih terngiang di daun telinga ketika sumpah-serapahmu keterlaluan terhadapku masih ter...
  In Memoriam Yuli (VI) Puisi: Yant Kaiy   sisa penyesalan yang telanjang-bulat sontak meraibkan ibaku menjadi kebencian meremukka...
In Memoriam Yuli (V) Puisi: Yant Kaiy   detik ini kuibaratkan kau adalah makanan lezat kumakan, kau.... masuk dalam perutku te...
  In Memoriam Yuli (IV) Puisi: Yant Kaiy   aku seketika tersentak jantungku seolah mau copot saat kumelihat Yuli bermesraan dengan...
  In Memoriam Yuli (III) Puisi: Yant Kaiy   akhirnya kau jatuh ke pangkuanku setelah diriku melewati jalan berliku penuh onak dan ...
  In Memoriam Yuli (II) Puisi: Yant Kaiy   tiap kali kuberjumpa dengannya selalu saja Yuli berpenampilan genit sulit juga ternyata...
  In Memoriam Yuli (I) Puisi: Yant Kaiy   wajahnya elok berseri per sis mentari pagi tanpa pole s an make-up di sana-sini   s...
  Sang Koruptor Mati di Kamar Hotel Berbintang (IIl) Puisi: Yant Kaiy   menjelang fajar koran, majalah, televisi, radio tiba-tiba ...
Sang Koruptor Mati di Kamar Hotel Berbintang (II) Puisi: Yant Kaiy   dia semakin menggila menumpuk harta lewat beragam cara seba...
Sang Koruptor Mati di Kamar Hotel Berbintang (I) Puisi: Yant Kaiy   istrinya cantik menarik bagi mata hati lelaki berbagai predika...