Sang Koruptor Mati di Kamar Hotel Berbintang (II)



Sang Koruptor Mati di Kamar Hotel Berbintang (II)

Puisi: Yant Kaiy

 

dia semakin menggila

menumpuk harta

lewat beragam cara

sebab kesempatan korupsi dan kolusi

di depan mata sudah menanti

 

tiap siang

bersiul riang di tengah gelombang

kasih terhadap sesama kian menghilang

ditelan keserakahan, kesombongan

kemunafikan, kelicikan, kepalsuan

kebangsatan, kesewenang-wenangan

disulap menjadi tawa berderai

 

jabatan penting membuatnya terlupa

dirinya semakin tak peduli

menyalahgunakan kekuasaan yang ada

baginya,

semua itu tak ubahnya sarapan pagi

 

tiap senja

selalu ada acara

seakan tiada waktu tersisa

sehingga dirinya terlupa

kepada Sang Pencipta

 

tiap malam

dia seringkali berusaha

memupuk rasa percaya pada semua orang

ya, sekadar menutupi kecurangan

serta kebejatannya yang naudzubillah

 

lewat ceramah

diberbagai gedung mewah

lewat kunjungan kerja

ke berbagai panti asuhan

lewat sumbangan dan bermacan bantuan

ke berbagai yayasan

 

sungguh semerbak namanya

dimana-mana orang menyanjungnya.

 

Pasongsongan, April 1992 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya