Roda Sepeda

Pentigraf: Yant Kaiy Merenda impian hidup nyaman tergambar dalam benak sejak kecil. Semenjak aku bisa membaca hitam-putih kehidupan. Mes...

Rindu Malam

Pentigraf: Yant Kaiy Tidak kutemukan lagi wajah malam masa lampau; ketika aku dininabobokan tembang-tembang Macapat; dikeloni Ibu lewat ...

Tak Salah Pilih

Pentigraf: Yant Kaiy Kebenciannya terus mengejarku. Seperti api menyambar minyak bumi. Melenyapkan hasrat orang lain. Meski kau terjebak...
Kiai M Faizi (kiri) dan saya Catatan: Yant Kaiy Tadi malam (Sabtu, 16/10/2021) saya menjadi pembawa acara di Hari Santri Nasional (HSN)....

Aku Bukan Nabi

Pentigraf: Yant Kaiy Aku bukan manusia super yang bisa memenuhi segala dahagamu. Kamu harus sadar itu. Aku memiliki banyak sisi kelemaha...

Fatamorgana

Pentigraf: Yant Kaiy Semua orang pasti akan menyalahkan keputusanku. Sebab aku memilih jalan berbeda dengannya. Tidak satu atap lagi. Te...

Sang Pecundang

  Pentigraf: Yant Kaiy Dimasa kecil: Berangkat-pulang sekolah, belajar, makan, mandi di sungai, mengaji di surau dan kami selalu main be...

Elegi Bergeming

Pentigraf: Yant Kaiy Tiba-tiba aku sulit memejamkan mata di pembaringan. Tatkala jiwa terguncang oleh kebencian terhadapnya. Bukan aku yan...

Salah Berlabuh

Pentigraf: Yant Kaiy Tak terbayangkan hidupku bakal seperti ini. Bergelimang derita. Semua manusia tak mau sepertiku. Nasib telah menyer...

Teraniaya

Pentigraf: Yant Kaiy Sungguh, aku tak ingin lagi bicara padamu. Kebencian itu menyeruak di dada. Meski acapkali aku membuangnya di tong ...
Catatan: Yant Kaiy Beberapa Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menerapkan jurus bagi-bagi sembako. Jurus in...