Fatamorgana



Pentigraf: Yant Kaiy

Semua orang pasti akan menyalahkan keputusanku. Sebab aku memilih jalan berbeda dengannya. Tidak satu atap lagi. Terlebih kedua orang tua kami. Aku tersudut diantara caci-maki mereka. Bergeming adalah sikap bijak agar nama dia tidak terperosok di lembah nista. Suatu saat nanti akan tercium puing-puing kebusukan sebenarnya. Tinggal menunggu waktu saja.

 

Dulu sebelum menikah, banyak pria menghampiriku. Karier baikku di pemerintahan menjadi bahan pertimbangan. Aku pun tidak boleh gegabah menentukan pilihan.

 

Aku pun memilih dia sebagai imam melalui proses panjang. Agama merupakan tolak ukur. Tapi dia berkhianat setelah aku melahirkan anak pertama. Dia tidur dengan adikku. Tak mungkin aku menceritakan sebenarnya pada semua orang. Termasuk pada kedua orang tuaku.[]

 

Pasongsongan, 16/10/2021



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

SDN Prancak 2 Pasongsongan Gelar Istighosah Shonar Yalil untuk Tingkatkan Spiritual Siswa

Aksi Nyata Warga Sempong Barat: Bangun Jalan Pelosok Lewat Patungan Mandiri