Ironi Negeri Terkaya: Mengapa Tambang Melimpah, Rakyat Susah, dan Utang Menumpah?
Indonesia sering dijuluki sebagai "zamrud khatulistiwa" bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena kekayaan perut buminya. Dari nikel, batu bara, emas, hingga tembaga, kita punya segalanya. Namun, jika kita melihat data kemiskinan dan tumpukan utang negara, muncul sebuah paradoks besar: Mengapa kekayaan alam tersebut tidak otomatis membuat rakyat sejahtera dan negara bebas utang? Jebakan "Kutukan Sumber Daya Alam" Fenomena ini dikenal secara global sebagai Resource Curse. Negara dengan sumber daya alam melimpah cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dibanding negara miskin sumber daya. Mengapa? Karena kita terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Selama puluhan tahun, kita hanya "mengeruk dan menjual". Keuntungan besar hanya dinikmati oleh segelintir pemilik konsesi dan korporasi besar, sementara nilai tambah (hilirisasi) baru digalakkan belakangan ini. Tanpa industrialisasi yang kuat, kekayaan tambang hanya jadi angk...