Setajam Pisau

Pentigraf: Yant Kaiy Kata-katanya telah menghancurkan kesabaranku. Tapi aku bertekad untuk tetap bertahan karena tak mungkin bisa aku me...

Sedikit Bicara

Pentigraf: Yant Kaiy Jujur, aku mengaguminya walau dia bukanlah tipe lelaki yang kuidamkan. Dari kemampuan menyerap pelajaran di bangku ...

Dara Tua

Pentigraf: Yant Kaiy Tak pernah terlintas secuil pun kalau aku akan menjadi pendamping hidupnya. Debur adalah sahabatku masa kecil hingg...

Bangga dan Benci

Pentigraf: Yant Kaiy Cita-citanya sedari kecil ingin menguasai dunia. Dalam baris doa, ia senantiasa menggemakan sukses perjalanan hidup...

Menulis Kebenaran

Pentigraf: Yant Kaiy Debur adalah seorang wartawan online yang mengelola media massa miliknya sendiri. Hari-harinya lebih banyak di luar...
Pentigraf: Yant Kaiy Ketika Mbah Misjan dikabarkan terpapar Covid-19, orang-orang di kampungnya panik luar biasa. Yang tidak biasa menge...

Pintar tapi Bodoh

Pentigraf: Yant Kaiy Gaya bicaranya cukup memikat. Polesan kata pintar bak seorang terpelajar, berpendidikan tinggi. Banyak orang terbaw...
Yamaro dan istri (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Bekasi – Lewat sambungan telepon Yamaro memberikan tanggapan atas pengobatan istrinya di Th...
  Pentigraf: Yant Kaiy Terkurung dalam sumur derita tanpa seutas tambang. Tak ada secercah cahaya. Gelap pandang tak tahu arah. Terus me...

Terlalu Khawatir

Pentigraf: Yant Kaiy Takut kehilangan, selalu saja bertahta dalam sanubari sepanjang malam ketika suamiku tak ada di pembaringan. Aku ta...

Tak Mungkin

Pentigraf: Yant Kaiy Walau hingga kini aku tetap menyayanginya, namun itu hanya sebatas lamunan, karena antara kami sudah memiliki ikata...