Santet (VIII)

  Santet (VIII) Puisi: Yant Kaiy   kusarankan pada kalian semua engkau jangan menyebar racun di tanah Allah agar engkau terbebas ...

Santet (VII)

Santet (VII) Puisi: Yant Kaiy   mari kita menyadari bersama merenung lebih lama sembari bercermin berjalan di rel kebenaran selama...

Santet (VI)

Santet (VI) Puisi: Yant Kaiy   entah mengapa aku menjadi manusia pengecut berkhianat pada diri sendiri tiap hari tidak semestinya...

Santet (V)

Santet (V) Puisi: Yant Kaiy   berikanlah petunjuk-Mu berikanlah jalan-Mu berikanlah anugerah-Mu limpahkanlah rahmat-Mu limpahk...

Santet (IV)

  Santet (IV) Puisi: Yant Kaiy   sementara emosi diri masih dapat kupendam dan masih dapat kupertaruhkan kapan saja namun perasaa...

Santet (III)

Santet (III) Puisi: Yant Kaiy   peristiwa cukup sadis setengah bulan yang lalu terjadi di perkampunganku yang mayoritas muslim. ada seor...

Santet (II)

Santet (II) Puisi: Yant Kaiy   dua bulan yang lalu Hamid terserang penyakit jantung Yusuf mengidap TBC Ali terserang kencing bat...
  Kobar Api adalah Kobar Hatiku Puisi: Yant Kaiy   api… mati… seperti jiwaku jiwamu jiwanya jiwa mereka lalu apa yang kau ...
D ari Sudut Dunia Hitam (V) Puisi: Yant Kaiy   kalau engkau orang yang bijak dan masih normal berpikir engkau bisa membayangkan t...
  D ari Sudut Dunia Hitam (IV) Puisi: Yant Kaiy   pernah suatu hari mencoba untuk bunuh diri bukankah telah lama diriku tak berharg...
D ari Sudut Dunia Hitam (III) Puisi: Yant Kaiy   terbayang pada semua masa silam ketika hanyut dalam dekapan ibu ketika terbuai d...