Cerpen: Yant Kaiy Atas dasar demi istri dan anak satu-satunya, dengan lapang dada keputusan bapak hakim terhormat saya terima. Biarlah...
  Cerpen: Yant Kaiy Pada malam itu juga berduyun-duyun warga mendatangi gubuk kami dan berteriak-teriak agar saya ke luar. Isteri dan an...
  Cerpen: Yant Kaiy Saya heran berbaur kecewa, mengapa Kiai Haji Umar mau menerima kehendak warga agar saya dienyahkan dari tanah kelahi...
Cerpen: Yant Kaiy Ancaman keselamatan jiwa kami sekeluarga semakin hari semakin dahsyat. Tak ada saudara, ipar, apalagi teman yang mau m...
  Cerpen: Yant Kaiy Paksaan demi paksaan, mau tak mau akhirnya saya terima keputusan Kiai Haji Umar itu walau dengan berat hati. Perasaa...
  Cerpen: Yant Kaiy "Sebaiknya anak panjenengan ini dibawa ke dokter, Kiai!" ujar saya pada suatu pagi di kediamannya. Karena ...
  Cerpen: Yant Kaiy P erjalanan yang saya rintis dalam dunia fana ini tak ubahnya berjalan menelusuri lorong-lorong penuh debu dan asa...
Catatan: Yant Kaiy Maraknya pemberitaan tentang rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di mass media telah menyita ...
  Catatan: Yant Kaiy Istri saya pada tahun akademik 2018/2019 menjadi sarjana setelah diwisuda Instika (Institut Ilmu Keislaman Annuqaya...

Bisnis Masa Depan

  Catatan: Yant Kaiy Dari beberapa kajian para pakar ekonomi dunia, bahwa bisnis masa depan yang amat menjanjikan, diantaranya: Bisnis o...
  Catatan: Yant Kaiy Tinggal dua belas hari lagi Pilkada Sumenep akan digelar, tepatnya pada 9 Desember 2020. Tapi semarak Pilkada dari ...