Pesaing

Pentigraf: Yant Kaiy Kali ini aku tak mungkin bernilai tawar-menawar dengan siapa pun. Meski begitu, sikap dan ucapanku tetap harus terjag...

Kampung Halaman

Pentigraf: Yant Kaiy Pengkhianatan istriku telah memporak-porandakan seluruh sendi kehidupan yang sekian lama kami bangun. Ada orang ketig...

Polusi

  Polusi Puisi: Yant Kaiy   cerobong pabrik menyemburkan maut ke awang-awang menyelimuti bumi fana kian pekat tersandera kepunah...
  Doa Seorang Nelayan Puisi: Yant Kaiy   di hamparan membiru membentang perjalananmu tangan kau jadikan dayung sarung kau jadika...

Dahaga

  Dahaga Puisi: Yant Kaiy   telah lama bumi menanti hujan tercurah sesekali air matanya berlinang menahan dahaga dalam doa pada-Nya ...

Baju-Mu

  Baju-Mu Puisi: Yant Kaiy   episode kesenyapan malam meninabobokan manusia-manusia dingin menusuk menggoda mata untuk segera ke...

Mengaji Hujan

  Mengaji Hujan Puisi: Yant Kaiy   kesuar hujan basahi   tanah kemarau setelah sekian lama dalam penantian siramanmu membasahi kal...

Kemungkinan

  Kemungkinan Puisi: Yant Kaiy   seluruh makhluk bernyawa memiliki serba kemungkinan apa yang menjadi tak bakal terjadi atas das...
  Tembang Burung Malam Puisi: Yant Kaiy   rupamu buruk ketimbang burung kutilang atau cenderawasih nan indah bulunya terhadapmu ma...

Selamat Malam II

  Selamat Malam II Puisi: Yant Kaiy   aku tak menghendaki kau lenyap ditelan bumi begitu saja tanpa berita walau kita saling ber...

Selamat malam I

  Selamat malam I Puisi: Yant Kaiy   musim telah berganti tujuh purnama coretanmu tak hadir menanti penuh harap pengobat rindu m...