Doa Seorang Nelayan
Doa Seorang Nelayan
Puisi: Yant Kaiy
di hamparan membiru
membentang perjalananmu
tangan kau jadikan dayung
sarung kau jadikan layar
selimut ombak kau berkubang air liur
dengkurmu sesekali tersendat
berbatuk guncangkan langit
setiapkali terjaga, terucap lirih lantunan doa
memohon rejeki halal dari Sang Pencipta
biar berakit ke hulu berenang ke tepian
meyakini falsafah nenek moyangnya
seringkali berikhtiar seraya berdoa
walau impiannya terhalang ombak menderu
ia tetap bergeliat menaklukkan
segala tantangan menantang
tergambar dari pancuran air matanya
dalam hatinya berucap lirih:
“semoga anakku jadi pemimpin bijak!”
kala fajar menjelang pagi.
Pasongsongan, 1992
Publish: Koran Berita Yudha (8/11/1992)

