Mengaji Hujan

 


Mengaji Hujan

Puisi: Yant Kaiy

 

kesuar hujan basahi  tanah kemarau

setelah sekian lama dalam penantian

siramanmu membasahi kalbuku

menyejukkan segala yang terkoyak

kidung kemarau,

lepas tawa lenyapkan sembelit kemelaratan

sekian lama mendera raga

 

kembang-kembang halaman tersenyum riang

menyukuri karunia-Nya;

sepotong ucapan terima kasih menggelinding,

tiada henti

 

aku pun terbawa rinaimu

menapaki bendungan riang

luapan bahagia memenuhi rumah-rumah warga

genangi seluruh permukaan bumi kami

 

tiba- tiba berganti jadi banjir

tinggalkan kemelaratan semusim

lenyaplah kidung nina bobo

terlontar luka menganga

tangis kematian menjemput.

 

Pasongsongan, 1992

 

 

Publish: Koran Berita Yudha (3/1/1993)

 

LihatTutupKomentar