Cara Menyembuhkan Penderita Diabetes (Bagian III)
![]() |
| Daun kelor penyembuh diabetes. |
Artikel Kesehatan: Yant Kaiy
Daun salam (Syzygium
polyanthum (Wight). Walp atau Eugenia Polyantha Wight, telah dibuktikan
oleh Pinarto (1988) tentang khasiat dalam menurunkan atau menekan naiknya
kadar glukosa dalam darah, yang
dilakukan pada pebelitian kelinci. Hasil penelitian dilakukan dengan menguji kadar
glukosa darah kelinci setelah diberi rebusan daun
salam dengan dosis tertentu. Dan selang waktu tertentu
pula.
Studi tersebut juga menunjukkan, pada dosis
0,5 gr/kg
berat badan kelinci, dari pengujian bahwa setelah 30 menit kemudian, kelinci yang diberi rebusan
tersebut memiliki kadar glukosa 13.33 persen lebih rendah dibandingkan kelinci
tanpa pemberian rebusan daun salam.
Sedangkan pada dosis yang makin tinggi, 5 gr/kg berat badan serta 50 gr/kg berat badan juga terlihat bahwa setelah 30 menit kadar glukosa menjadi 23.1 persen serta 31.1 persen lebih rendah dibandingkan kelinci tanpa pemberian rebusan daun salam.
Dampak pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan kadar
glukosa darah belum diadakan pengujian terhadap manusia. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut mengenai hal ini.
Flora
sebagai obat
Selain daun salam, sebenarnya masih banyak lagi flora Indonesia yang dapat berfungsi sebagai pencegahan atau penyembuhan terhadap penderita penyakit tertentu. Masih tentang kaitannya dengan penyakit diabetes mellitus, beragam sekali tanam-tanaman yang bermanfaat guna menyembuhkan atau mencegah suatu penyakit tersebut.
Bagian-bagian tanaman yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit ini juga bermacam macam. Dapat berupa daun, batang, buah, biji, umbi, ataupun kulit. Misalnya, tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat anti-diabetes berdasarkan bagian tanaman yang digunakan adalah :
a. Daun, yaitu: Sambiloto, Keji belling,
ketumpang uler, kembang tembaga kumis kucing, lampas, sembung, kelor.
b. Batang, yaitu: Brotowali dan sambiloto.
c. Buah, yaitu: Belimbing wuluh, petai selong, mengkudu, terung-ngor.
d. Biji, yaitu: Gadung dan bedera upas.
f. Kulit, yaitu: Pulai.
Dengan begitu, kita dapat melihat banyaknya
tanaman obat anti-diabetes di Indonesia. Agar terhindar dari penyakit kencing manis
selanyaknyalah kita berusaha secara optimal untuk memanfaatkannya, sebab harganya
murah serta mudah untuk mendapatkannya. (Bersambung)

