Novel: Yant Kaiy Tak mungkin aku ber p ikir lebih dari dua kali karena hal yang semacam ini justru mengganggu aliran sungai kebulat a n hati...
Novel: Yant Kaiy T iba pada sebuah waktu dalam perjalanan nan gamang. Kujumpai beraneka ketidak-wajaran terlalu naif kesan pertamanya....
Novel: Yant Kaiy N uasana kalbu yang membakar semangat diri diiringi jeritan serta suara - suara mirip api neraka membakar sekujur tub...
Novel: Yant Kaiy T erkadang harus meninggalkan iba kaum bawah dengan beragam syarat harus dipenuhi; mulai dari potret wajah yang harus m...
Novel: Yant Kaiy Semua insan tahu akan dosa namun dari terlalu biasanya mereka melahap , menganulir, menindas segala yang nampak tidak ...
Novel: Yant Kaiy Dari impian menggunung serentang usia mengalir alami, lantas tumbuh jalan keluar menan cap pada batang - batang pepoho...
Novel: Yant Kaiy Beribu-ribu nyawa terluka hatinya akan kebiadaban mereka berlabel penguasa. Kaum minoritas tak miliki senjata harus tersu...
Novel: Yant Kaiy Aku takut kembali terjebak di tengah kota kumuh ini, lantaran begitu sulitnya aku menemukan wajah baik , mana yang j ...
Novel: Yant Kaiy Panorama tentang wujud tanah kelahiran banjir air mata, balutan gamang meletup - letup laksana magma mengalirkan lahar ...
Catatan: Yant Kaiy Nama lengkapnya Akhmad Jasimul Ahyak. Di era 90-an Jasimul sering membaca puisi bersama saya di berbagai radio yang a...
Novel: Yant Kaiy Lantas dia mendekat tanpa perasaan malu secuil pun. Dia b erseloroh sejenak seerti lazimnya perempuan penjaja cinta d...