Hijau Alamku I

Hijau Alamku I Puisi: Yant Kaiy   sekian lama tak pernah kujumpai sungai-sungaiku tercemar kencing pesing yang ada kejernihan bela...
Dalam Gelap Kucari Sesuatu Puisi: Yant Kaiy   ada sesuatu yang masih tertambat kau masih juga dalam dekap erat tak terpisahkan  ba...

Elegi Penantian

  Elegi Penantian Puisi: Yant Kaiy   bila kutatap manik matamu ada riak kesedihan terpencar membekas dalam lingkaran ingatanku i...

Lidah Buaya

Lidah Buaya Puisi: Yant Kaiy   sering kau berjanji kau akan menjemputku kau akan mengajakku ke pesta namun itu hanya rayu agar...

Rambut II

  Rambut II Puisi: Yant Kaiy   kuberniat memotongnya sedikit saja biar mulut mereka tidal lagi berteriak di mata sahabatnya   ...

Rambut I

  Rambut I Puisi: Yant Kaiy   selalu orang menatapku sebab rambutku acak-acakan walau sering kumemperbaikinya tak sedikit pun be...

Menerjang Ombak

  Menerjang Ombak Puisi: Yant Kaiy   gemetar sekujur tubuh menyerap hawa pagi menusuk terasa lunglai mengerjakan apa saja dedaun...

Banjir

  Banjir Puisi: Yant Kaiy   rumah beserta isinya tenggelam air meluap, menyembur ke permukaan bumi manusia-manusia menjerit lari...

Akasia Cinta

  Akasia Cinta Puisi: Yant Kaiy   di bawah siramannya di pelukan teduh akasia bunga-bunga asmara bersemi semerbak alami   di s...
  Pada Serumpun Ilalang di Tanah Merah Puisi: Yant Kaiy   tanah merah seolah tak berarti bagi kehidupannya nan hakiki   ilalang ...

Hujan Maret

  Hujan Maret Puisi: Yant Kaiy   hujan bulan ini amat ramah menyapaku ada bait-bait cinta di dalamnya songsong sang surya di ufuk ...