Elegi Penantian
Elegi Penantian
Puisi: Yant Kaiy
bila kutatap manik matamu
ada riak kesedihan terpencar
membekas dalam lingkaran ingatanku
ingin aku menyemplungi dasar kolammu
agar aku tahu
agar aku mengerti
apa yang terselip di kembara hati kita
adikku
cukup jauh kita berjalan di lorong ini
berdendang lewat nyanyian nasib dirundung malang
oh, nasib
mengapa kau selalu menyiksaku?
tidak adakah sopanmu?
sementara jiwa ini kian rapuh.
Pasongsongan, 1992
Publish: Koran Karya Darma (5/9/1992)

