Menerjang Ombak
Menerjang Ombak
Puisi: Yant Kaiy
gemetar sekujur tubuh
menyerap hawa pagi menusuk
terasa lunglai mengerjakan apa saja
dedaunan meliuk tanpa arah
hanya debur ombak terdengar garang
angin kian kencang menerpa segala
lamunanku seketika terjaga
menangkis kebimbangan
akan kepastian dari sekian pilihan
tapi aku takkan mundur lagi
sebelum mendung tebal
menutup cakrawala harapan.
Madura, 3/12/92

