Kiai Tumenggung Onggojoyo (Ju’ King): Jejak Nenek Moyang Peranakan Cina di Pasongsongan Sumenep

Kiai Tumenggung Onggojoyo (Ju’ King)
Kiai Tumenggung Onggojoyo (Ju’ King). [sh]

Kiai Tumenggung Onggojoyo adalah figur penting yang menandai jejak panjang perjumpaan budaya di pesisir utara Madura, khususnya di Desa dan Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Sebagai nenek moyang peranakan Cina di wilayah tersebut, sosok ini tidak hanya hadir dalam silsilah keluarga, tapi juga dalam ingatan kolektif masyarakat yang melihat Pasongsongan sebagai ruang pertemuan antara tradisi lokal; Islam, dan budaya Tionghoa.

Nama lain beliau, Ju’ King, yang akrab diucapkan komunitas peranakan Cina setempat, jadi bukti bagaimana identitas bisa berlapis namun tetap menyatu dalam kehidupan sosial.

Keberadaan makam Kiai Tumenggung Onggojoyo di kompleks pemakaman Sunan Ampel Surabaya makin menguatkan dugaan bahwa beliau memiliki peran dan kedudukan penting pada masanya.

Sunan Ampel dikenal sebagai pusat sejarah dakwah dan peradaban Islam di Jawa, sehingga dimakamkannya Onggojoyo di sana bukanlah hal yang kebetulan.

Ini memberi ruang tafsir bahwa beliau mungkin terlibat aktif dalam jaringan sosial, politik, atau keagamaan yang melampaui batas etnis dan wilayah, sesuatu yang patut diapresiasi dalam membaca sejarah nusantara yang majemuk.

Namun, ketiadaan informasi tentang tanggal wafat Kiai Tumenggung Onggojoyo di pusaranya juga menyisakan kegelisahan tersendiri.

Kekosongan data ini mencerminkan bagaimana sejarah tokoh-tokoh lokal, terutama dari kalangan peranakan, kerap terpinggirkan dari pencatatan resmi.

Karena itu, sudah selayaknya masyarakat, peneliti, dan pemerintah daerah memberi perhatian lebih untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan merawat ingatan tentang tokoh seperti Onggojoyo—agar warisan sejarah dan toleransi yang ia simbolkan tidak hilang ditelan waktu. [sh]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Jurnal Pembelajaran Mendalam dan Asesmen 2.0 (Umum) dengan Topik Pendekatan Understanding by Design dalam Perencanaan Pembelajaran

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 3 SD di Sumenep

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Mitos Uang Bernomer 999

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan