Ciuman Kebencian
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku menganggap dia sebagai adikku, karena Debur adik teman
sekolahku di SMA dulu, Tonah. Debur sering mengantar Tonah dengan sepeda motor
ke rumahku. Tak ada sesuatu yang berkesan di hatiku padanya.
Sebelas tahun kemudian kami dipertemukan di sebuah seminar
bisnis. Kebetulan dia jadi pembicara. Aku sudah tak ingat wajahnya karena telah
berjenggot. Dia menyalamiku tanpa sungkan. Aku agak gugup dibuatnya. Ia
langsung menyebutkan namanya. Seketika kami akrab dan saling menanyakan kabar
masing-masing.
Aku pun tak keberatan ketika Debur mau mengantarku pulang
dengan mobilnya. Aku merasa terhormat lantaran dia menjadi pakar dalam bisnis.
Ketika dalam mobil sebelum turun, Debur mendaratkan ciuman di wajahku tanpa
aba-aba sebelumnya. Aku terperanjat.
Pasongsongan, 18/3/2020

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.