Puisi Karya Yant Kaiy Pengantar p e n ulis : Rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan penyayang dengan selesainya kumpulan ...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (24)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Lamunan Malam duduk terpaku menguak malam berbait rindu terlontar merokok tanpa selera mengenang kota S emar...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (23)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Besar Kepala terlalu kuharus bersikap begitu membohongi diri sebenarnya berlawanan memang namun ketimbang ...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (22)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Botol-botol Kebencian terlalu tak becus mengurus rumah tangga serba kesewenangan serta keserakahan menyiks...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (21)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Bulan wajahmu di balik awan berseri menawan kalbu kurasa belaianmu hangat sehangat asmara purnama menghibu...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (20)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Bangun Tidur secangkir puisi terhidang sepiring prosa kumakan pelahan dan kegetiran menusuk jiwa sekilas mim...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (19)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Hinakah Diriku? bertanya -tanya di lingkup cermin kodrat diri membedaki keresahan yang kumiliki dari hinga...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (18)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Angin Keresahan berkejaran di antara rerimbunan terpen jara semua langkah gemparl ah ranting kehidupan dud...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (17)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Surat bayangan paras elok menawan menggambari kertas putih mengharumi kesusahanku bercerita tentang diri ...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (16)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Saudaraku Palestina engkaulah sebagian nafasku jiwa dan ragaku adalah milikmu; saudaraku kaumku yang terti...
Antologi Puisi “Erosi Malam” (15)
- Apoy Madura
- Mei 01, 2021
Puisi Karya Yant Kaiy Ausnya Setangkai Asa tumbuh sebatang kepastian tertancap pada hamparan tanah tandus tanpa seteguk impian ...