Pentigraf: Yant Kaiy Ayahku seorang guru di SD Negeri. Aku bungsu dari tujuh bersaudara. Kehidupan masa kecil kami amat getir. Gaji Ayah...
Catatan: Yant Kaiy Pukul 18.45 WIB saya dan istri menuju Puskesmas Pasean Kabupaten Pamekasan, membesuk keponakan sedang menjalani rawat...
Catatan: Yant Kaiy Macapat (sebagian orang di wilayah Pasongsongan ada yang menyebut Mamaca) merupakan kesenian bertutur yang ditembangk...
Catatan: Yant Kaiy Pukul 09.00 WIB, Ahad (14/2/2021), saya oleh paman disuruh membeli Pupuk Urea Bersubsidi di salah satu pengecer di De...
Catatan: Yant Kaiy Lewat ajakan Akhmad Jasimul Ahyak sebagai Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) Kecamatan Pasongsongan...
Catatan: Yant Kaiy Saya berhasil membuat tiga lagu religi bersama Yamaro di awal 2021: Syukur dan Kufur, Madura Bersinar, dan Tuhan Kit...

Ahli Sejarah

Pentigraf: Yant Kaiy Siska terkejut ketika didatangi oleh dua mahasiswi dari perguruan tinggi negeri dari Jakarta di rumah jeleknya. Sed...

Setajam Pisau

Pentigraf: Yant Kaiy Kata-katanya telah menghancurkan kesabaranku. Tapi aku bertekad untuk tetap bertahan karena tak mungkin bisa aku me...

Sedikit Bicara

Pentigraf: Yant Kaiy Jujur, aku mengaguminya walau dia bukanlah tipe lelaki yang kuidamkan. Dari kemampuan menyerap pelajaran di bangku ...

Dara Tua

Pentigraf: Yant Kaiy Tak pernah terlintas secuil pun kalau aku akan menjadi pendamping hidupnya. Debur adalah sahabatku masa kecil hingg...

Bangga dan Benci

Pentigraf: Yant Kaiy Cita-citanya sedari kecil ingin menguasai dunia. Dalam baris doa, ia senantiasa menggemakan sukses perjalanan hidup...