Kamis, 26 Agustus 2021

Nelayan Pasongsongan: Ngandang, Macok, Bonsai hingga Petis

Perahu tradisional nelayan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)


Catatan: Yant Kaiy

Setelah perahu bersandar di dermaga dan menurunkan hasil tangkap ikannya, para nelayan tersebut tidak langsung pulang. Mereka biasanya membersihkan purse seine (alat tangkap ikan) dulu. Ini penting dilakukan agar purse seine terbebas dari sisa-sisa ikan.

 

Proses membersihkan sisa ikan itu oleh masyarakat Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dinamakan ngandang. Ini wajib hukumnya bagi perahu agar tidak terganggu bau busuk.

 

Sedangkan ikan yang sudah rusak bentuknya itu dinamakan macok. Para nelayan memanfaatkan macok untuk menghasilkan uang. Caranya, macok ini direbus hingga matang.

 

Sebagian masyarakat memanfaatkan hasil air rebusan macok untuk dibikin petis. Dengan syarat sebelum direbus macok dibersihkan dari kotoran. Petis merupakan kudapan khas Desa Pasongsongan. Petis kadang dijadikan sebagai lauk-pauk. Tak jarang pula petis oleh masyarakat luas dijadikan kuah rujak.

 

Seterusnya macok dijemur sampai benar-benar kering. Kegiatan ini oleh warga Desa Pasongsongan dinamakan bonsai. Banyak pedagang setempat yang membeli bonsai dan menjualnya kembali pada perusahaan. Tentu saja bonsai terlebih dulu digiling menjadi tepung ikan.[]

 

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...