Kumpulan Puisi “Virus” (1)



Karya: Yant Kaiy

Kata Pengantar:

Kumpulan puisi "Virus" ini sengaja saya ambil dari kliping pribadi, dimana kliping itu adalah karya-karya saya yang dimuat diberbagai mass media, antara lain: Yudha Minggu, Jayakarta, Sinar Pagi Minggu, Karya Darma, Bhirawa dan puisi-puisi karya saya yang pernah dibacakan di radio swasta Suara Pamekasan dan RRI Stasiun Regional II Sumenep.

 

Ada pula sebagian puisi itu saya petik dari puisi-puisi yang pernah saya bacakan dibeberapa acara, baik sebagai tamu kehormatan atau kadang hanya sebagai pengisi acara yang saya hadiri (simpatisan).

 

Perlu diingat, dalam antologi puisi "virus" ini juga masih terdapat kelemahan, kekurangan dan semacamnya. Jadi harap maklum jikalau puisi-puisi yang saya sajikan bukanlah puisi-puisi kategori terbaik. Begaimanapun saya masih mau belajar kepada para pembaca yang terhomat.

 

Tegur, sapa, kritik dan saran darí Anda sangat kami butuhkan.

 

Pasongsongan-Sumenep, medio 1995

 

Anak Kecil di Lautan Sampah

lautan sampah mengelilingi liku hidupmu

di hamparan air membiru

kau tak peduli sampan kecilmu

dimana akan berlabuh

keganasan deburan ombak

menjerat hidupmu, terlantar

terasing dari masa kanak-kanakmu

 

sepantasnya kau masih dalam

pelukan kasih-sayang ibu

bersama suapannya

hidupmu di dasar sampah

pada kedalaman kenistaan

tanpa batas lagi

 

suratan hidupmu mungkin

telah digariskan untuk sengsara

berkawan duka serentang usia

rayap kecil dan cacing tanah

adalah begian pelipur laramu

usiamu terlalu kanak dalam

mencari sesuap nasi

hanya demi isi perut semete

 

simbolmu sebagai gelandangan

tak berorang tua dan berumah

hingga kapan kau jalani hidup ini?

 

senyummu senantiasa mengembang

seolah tiada kedukaan atau kekecewaan

menyembelit perjalanan usiamu

“mengapa hidupku masih berselimut sampah?

tak terdengar suaramu.

Pasongsongan, 02/02/92

 

Satu per Satu

aku hanya mau satu

seribu satu gula pemanismu

sakuku tak penuh uang

kakiku telah kaku

antri satu per satu.

Pasongsongan, 03/02/92



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

SDN Prancak 2 Pasongsongan Gelar Istighosah Shonar Yalil untuk Tingkatkan Spiritual Siswa

Aksi Nyata Warga Sempong Barat: Bangun Jalan Pelosok Lewat Patungan Mandiri

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Cuaca Cerah Selimuti Upacara Bendera di SDN Padangdangan 2: Sekolah Adalah Rumah Kedua

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD