Antologi Puisi “Masyuni” (22)



Puisi Karya Yant Kaiy

Surat

buat anjar dwi wahyu farida saputri

 

cerita tentang kotamu yang panjang

melilitkan beragam kemanisan

humor yang kau citrakan di kertas

adalah ketulusan rasa persahabatan

tiap kumenyelami isi suratmu

anganku tak begitu jauh

lantaran kita terpisah jauh.

Sumenep, 04/07/93

 

Perang

tangis yang berkelanjutan

pedih tak berpantai

nasib kaum tak berdosa saja

jerit memekik telinga kita

senjata dan nyawa, bergerak maju

saksi derita

demi harta, kuasa

berlomba mencari mangsa empuk

bayi melawan ajal, tak terurus

perang berkecamuk

seruan

himbauan musuh mereka

demi keserakahannya tergapai.

Sumenep, 04/07/93

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik