Antologi Puisi “Wajah Malam” (11)



Puisi Karya Yant Kaiy

Penantian tak Berhenti

ingin kupaparkan segalanya

tentang kesewenang-wenangan

di tanah kelahiranku

tapi keadilan tak kunjung

hadir di penantianku

barangkali takkan pernah ada ?

Sumenep, 28/06/1988

 

Keikhlasan

sejuta kebimbangan menggerogotiku

tapi kuikhlaskan jua

biar sepuas hatinya mengguncang

keteguhan yang selama ini

kubangun dengan derai airmata.

Sumenep, 29/06/1988

 

Mendung Pagi

mentari tak tampak di horizon bahagia

kendati ada kegamangan terselip

gundah luruh dari tangkainya

mendung telah menutupi

sebagian gairahku

terus saja melangkah tak menentu

hanya pikiranku mengambang

pun suasana pagi menghanyutkan

puing-puing asa tersisa.

Sumenep, 01/07/1988

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya