Bau Ketiak



Pentigraf: Yant Kaiy

Mantan istriku kini sudah punya pendamping hidup baru setelah satu tahun empat bulan bercerai dari diriku. Cerita paman, bahwa ia lebih baik penghasilannya dariku karena bekerja di bank.

Ketika penyesalan ternatal di sudut malam sepi, kutepis dengan takdir, bahwa jodoh, rejeki dan maut itu sudah ditetapkan oleh-Nya. Buat apa buang-buang waktu merenda impian musim tak tentu rimbanya. Mending mengawal cinta baru dengan dara setia.

Persoalan bau ketiak yang membuat kami berpisah. Aku menegurnya ketika kami di ranjang kemesraan. Ia tersinggung dan berlanjut jadi pertengkaran tak terhindarkan.[]

Pasongsongan, 31/12/2020






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik