Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak



Terpasung
Wajah-wajah anak alim
Kini terapung
Lantunan hati Al qur'an
Kini terpasung
Suara tangis doa di mana- mana
Kini terasing

Aku ingin sujud tarawih di rumah-Mu
Aku ingin tadarus di kening-Mu dengan damai
Kini setetes debu corona menodaiku

Mereka hanya diam menikmati senja
Mereka hanya terpaku membisu menatap mega
Hanya doa doa dengan dzikir
Yang tak diucap lantang pada rinduMu
Di sepanjang
Bulan suci bersinar.

2020


Bulan Bercadar
Sepenggal siang berjalan  
Perlahan menuju pada rona malam
Di bulan, dulu penuh debu
Hingga tenggelamkan awan

Wajahmu terapung digoresan bulan sabit
Terasing...
Karena lengkung pelangi alismu
Berselimut cadar
Bulanpun terpasung pada rona
Yang mengendap di kehidupan

Semua itu adalah cerita yang Tuhan tuliskan
Pada sinar di keheningan malam
Yang bersemayam
Pada kekasih jiwa  yang setia.

2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Mitos Uang Bernomer 999

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya