Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Jelang Purna Tugas, Kepala SDN Padangdangan 1 Sumenep Titip Pesan Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Nilai Religi

Gambar
PASONGSONGAN – Momen haru sekaligus penuh makna mewarnai acara pisah kenang siswa kelas VI SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu (1/7/2026).  Dalam kesempatan tersebut, Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam terkait masa depan sekolah yang dipimpinnya. Ia menekankan bahwa kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan orang tua siswa kepada SDN Padangdangan 1 merupakan aset paling berharga.  Oleh karena itu, amanah tersebut harus terus dipupuk, dijaga, dan dirawat dengan baik oleh seluruh warga sekolah. Pesan ini terasa sangat emosional mengingat Matrasit dijadwalkan akan memasuki masa purna tugas (pensiun) pada pertengahan tahun 2027 mendatang. "Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama sekolah ini. Saya berharap, siapa pun nanti yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, bisa terus merawat kepercayaan tersebut dengan dedikasi tinggi," ujar Matrasit dalam sambutannya.  Selain membahas keberlanjuta...

Penuh Haru dan Kemeriahan, Pisah Kenang Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 1 Pukau Penonton

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti acara pisah kenang siswa-siswi kelas VI SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu malam (1/7/2026).  Acara yang digelar sebagai simbol pelepasan para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi ini berlangsung amat semarak dan sukses memukau seluruh hadirin. Kemeriahan acara malam itu tidak lepas dari kreativitas dan bakat luar biasa yang ditampilkan oleh para siswa-siswi.  Panggung acara diwarnai dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari liukan indah tari tradisional, lantunan lagu-lagu Islami yang menyejukkan hati, hingga aksi lawak jenaka yang berhasil mengocok perut penonton.  Puncak acara ditandai dengan prosesi pisah kenang yang berlangsung penuh haru dan khidmat. Apresiasi dari Kepala Sekolah Dalam sambutannya, Kepala SDN Padangdangan 1, Matrasit, M.Pd, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya.  Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang t...

Meriah! Penampilan Tari Topeng Dalang Siswa Kelas III Pukau Hadirin di Pisah Kenang SDN Padangdangan 1

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh kegembiraan dan haru menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu malam (1/7/2026).  Sekolah tersebut sukses menggelar acara pisah kenang untuk siswa-siswi Kelas VI dengan sangat meriah.  Kemegahan acara sudah terasa sejak memasuki area sekolah, berkat tata panggung gemerlap yang memanjakan mata para undangan. Acara yang dihadiri oleh jajaran guru, komite sekolah, wali murid, serta tokoh masyarakat setempat ini menyuguhkan berbagai penampilan seni dari kreativitas siswa.  Tapi, ada satu momen yang berhasil mencuri perhatian besar dan membuat suasana makin semarak di awal acara. Guru Kelas III SDN Padangdangan 1, Habibullah, S.Pd., menerangkan bahwa sebagai pembuka rangkaian acara, seorang siswa kelas III bernama Fikri naik ke atas panggung untuk unjuk gigi.  Tanpa rasa canggung, Fikri membawakan Tari Topeng Dalang Madura, sebuah tarian tradisional khas yang sarat akan nilai budaya. "Yang tampil p...

Rahasia SDN Padangdangan 1 Kebanjiran Murid Baru, Patut Dicontoh!

Gambar
PASONGSONGAN – Implementasi pendidikan karakter yang konsisten di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, terbukti membawa paradigma positif bagi masyarakat. Rabu (1/7/2026)  Keberhasilan sekolah dalam membentuk kepribadian siswa ini membuat para orang tua murid kian percaya untuk menitipkan anak-anak mereka di lembaga pendidikan tersebut. Dampak positif ini terlihat nyata pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Hingga saat ini, jumlah siswa baru yang berhasil terjaring melonjak tajam hingga menembus angka 40 murid. Angka yang terbilang fantastis dan menjadi bukti tingginya antusiasme serta kepercayaan masyarakat sekitar. Sundari, S.Pd., salah satu guru di SDN Padangdangan 1, mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan ini terletak pada dua program unggulan yang diterapkan di sekolah.  Program tersebut adalah pelaksanaan salat zuhur berjamaah bagi siswa kelas tinggi (kelas IV, V, dan VI), serta pembiasaan membersihkan ruang kelas secara bers...

Sukses Terapkan Pendidikan Karakter, SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Banjir Siswa Baru

Gambar
PASONGSONGAN – Keberhasilan SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dalam menerapkan pendidikan karakter berbuah manis.  Program-program pembiasaan positif yang dijalankan pihak sekolah sukses membangun paradigma positif di kalangan orang tua murid, hingga membuat mereka mantap menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan tersebut. Selasa (30/6/2026).  Dampak positif ini terlihat nyata pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.  Hingga saat ini, jumlah siswa baru yang berhasil terjaring melonjak drastis dan menembus angka 40 murid.  Capaian yang terbilang luar biasa untuk tingkat sekolah dasar di daerah pedesaan.  Menurut salah satu guru SDN Padangdangan 1, Sundari, S.Pd., daya tarik sekolahnya tidak lepas dari konsistensi dalam membentuk akhlak dan kepribadian siswa.  Ia mengungkapkan bahwa ada dua program unggulan yang menjadi pilar utama pendidikan karakter di sekolah tersebut. "Pertama, kami menerapkan program sholat...

Penuh Semangat, Siswa SDN Padangdangan 1 Gelar Gladi Bersih Malam Lepas Pisah

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh semangat menyelimuti SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.  Seluruh peserta didik tampak antusias mengikuti jalannya gladi bersih menjelang acara Malam Lepas Pisah yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 1 Juli. Kegiatan simulasi ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian acara puncak dapat berjalan dengan matang tanpa kendala berarti. Habibullah, S.Pd, salah satu guru di SDN Padangdangan 1, menerangkan bahwa gladi bersih ini memegang peranan penting sebagai tolok ukur kesiapan panitia dan siswa. "Gladi bersih ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan sukses. Mulai dari tata urutan prosesi, kesiapan para pengisi acara, hingga formasi barisan siswa," ujar Habibullah. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan simulasi akhir yang sengaja dirancang untuk mematangkan mental anak-anak di atas panggung.  Selain untuk meminimalisir kesalahan teknis pada hari H, agenda ini juga jadi...

Sundari: Guru Wajib Tahu, Pendidikan Karakter Adaptif Anak SD

Gambar
PASONGSONGAN – Tantangan mendidik anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) di era digital saat ini dinilai kian kompleks.  Menanggapi hal itu, Sundari, S.Pd., seorang pendidik di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mengungkapkan bahwa pendidikan karakter di sekolah kini tidak boleh lagi sekadar hafalan teori, melainkan harus menonjolkan aspek yang konkret dan adaptif. Menurut Sundari, selain nilai religiusitas yang jadi pondasi utama melalui pembiasaan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), pihak sekolah juga menerapkan program keagamaan yang nyata untuk menyaring dampak negatif perkembangan zaman.  Salah satunya adalah kewajiban melaksanakan ibadah bersama secara rutin. "Sebagai bentuk penguatan karakter religius, di SDN Padangdangan 1 kami menerapkan program sholat dhuhur berjamaah sebelum pulang sekolah yang wajib diikuti oleh seluruh murid kelas 4, 5, dan 6. Selain itu, setiap akhir pekan kami juga menggelar program 'Jumat Berkah'. Melalui ...

Pertumbuhan Penduduk Stagnan, Kuota Siswa Baru SDN Panaongan 3 Pasongsongan Belum Tembus 20 Anak

Gambar
PASONGSONGAN – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027 di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat ini tercatat belum menyentuh angka 20 peserta didik baru.  Kendati demikian, kondisi ini murni dipicu oleh faktor demografi wilayah setempat, bukan karena menurunnya kepercayaan masyarakat. Senin (29/6/2026).  Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk usia anak SD di sekitar lingkungan sekolahnya saat ini memang sedang stagnan.  Faktor utamanya adalah dinamika sosial warga sekitar yang banyak melakukan mobilitas ke luar daerah. "Sebagian dari warga di sini ada yang merantau dan akhirnya menyekolahkan anak mereka di tempat rantuan. Ada pula sebagian dari mereka yang menikah dengan orang luar daerah, lalu pindah dan menetap mengikuti keluarganya," ujar Agus saat dikonfirmasi. Agus Sugianto juga menepis dengan tegas anggapan bahwa lembaga yang dipimpinnya mulai kurang dipercaya ...