Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Kehadiran Jama’ah Tabligh di Masjid Al-Hikmah Sempong Barat Hidupkan Suasana Ibadah Warga

Gambar
Insan Kamil beri tausiah. SUMENEP   – Suasana religius di Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, terasa lebih semarak dalam beberapa hari terakhir. Senin (5/1/2026). Hal ini seiring dengan kedatangan rombongan Jama’ah Tabligh (JT) yang berpusat di Masjid Al-Hikmah. Kehadiran mereka membawa warna baru dalam aktivitas ibadah dan silaturahmi di lingkungan warga setempat. Rombongan yang hadir kali ini menunjukkan keberagaman yang unik, dimana para anggotanya berasal dari berbagai daerah, mulai dari Manado (Sulawesi Utara), Trenggalek, hingga Pamekasan.  Perbedaan latar belakang daerah tersebut tidak jadi penghalang bagi mereka untuk berbaur akrab dengan masyarakat Dusun Sempong Barat. Dalam salah satu kesempatan tausiahnya, Insan Kamil, yang merupakan bagian dari rombongan JT, menekankan pentingnya menjaga ibadah sholat.  Ia mengajak warga untuk senantiasa mengutamakan sholat berjamaah di masjid sebagai bekal utama menghadapi akhirat. "Sholat berjamaah b...

Perkuat Tenaga Pengajar, SDN Padangdangan 2 Sambut Guru PPPK Paruh Waktu Baru

Gambar
SUMENEP – Memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026, SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, mendapatkan amunisi baru dalam jajaran tenaga pendidik. Sekolah ini resmi kedatangan tiga tambahan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mulai bertugas untuk memperkuat kualitas pembelajaran di kelas. Senin (5/1/2026). Kehadiran tenaga pendidik baru ini disambut positif oleh pihak sekolah. Dalam amanatnya pada upacara rutin Senin pagi, Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa tambahan personel ini merupakan dukungan penting bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih maksimal kepada seluruh siswa. Dengan bertambahnya guru, Madun berharap tidak ada lagi alasan bagi siswa untuk bermalas-malasan. Ia memotivasi para peserta didik untuk meningkatkan semangat juang dalam menuntut ilmu. "Saya berharap kepada seluruh siswa-siswi untuk lebih rajin dan giat belajar. Manfaatkan kehadiran ketiga guru dengan seba...

Tekad Kuat Lesbumi MWC NU Pasongsongan Lestarikan Macopat Lewat Pentas Bergilir

Gambar
Akhmad Jasimul Ahyak (2 dari kiri). SUMENEP   -- Para pengurus dan anggota perkumpulan Macopat Lesbumi MWC NU Pasongsongan menyatakan kebulatan tekad untuk terus melestarikan kesenian tradisional Madura melalui sistem pentas bergilir dari rumah ke rumah. Sabtu (3/1/2026). Tradisi anjangsana ini tetap dipertahankan bukan hanya sebagai ruang ekspresi seni, tapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap bait macopat. Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I, menegaskan bahwa dirinya mengakomodir keinginan penuh dari seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga warisan leluhur ini agar tidak punah ditelan zaman. “Kami menghidupkan kembali macopat di tengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan identitas budaya Madura tetap eksis di tengah gempuran modernisasi,” ucap Jasimul. Melalui komitmen ini, Lesbumi MWC NU Pasongsongan berharap kegiatan rutin tersebut bi...

Persiapan TKA, Siswa SDN Padangdangan 2 Diminta Tingkatkan Jam Belajar

Gambar
SUMENEP – Pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar. Senin (5/1/2026).  Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala Sekolah, Madun, S.Pd, SD.  Ia memberikan arahan khusus dalam amanat singkatnya. Ia juga menekankan pentingnya disiplin akademik mengingat agenda besar yang akan segera dihadapi oleh para siswa. Fokus Menghadapi TKA Dalam pidatonya, Madun mengingatkan para siswa untuk mulai mengatur waktu dengan lebih baik.  Hal ini berkaitan dengan rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan akan berlangsung pada periode Maret hingga April mendatang. "Saya minta anak-anak sekalian untuk senantiasa meningkatkan jam belajarnya, baik saat berada di sekolah maupun di rumah. Persiapkan diri kalian dengan maksimal untuk menghadapi TKA," tegas Madun di hadapan peserta upacara. Membangun Kedisiplinan Selain aspek akademik, upacara ini juga jadi sarana bagi pihak se...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Komplek Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis.  [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan pesona lautnya, tapi juga menyimpan narasi sejarah yang kuat tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur berasal dari Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini usianya telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim, lantaran para Raja Sumenep jika hendak melakukan perjalanan laut melalui pelabuhan ini. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang sign...

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Gambar
Giat Bersase SDN Padangdangan 2. [sh] SUMENEP – Mengawali kegiatan di awal masuk sekolah, SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan kembali menghidupkan rutinitas positif melalui program Bersase (Bersih Sampah Sekolah). Sabtu (3/1/2026).  Kegiatan yang dilaksanakan tiap hari Sabtu ini jadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar. Kegiatan Bersase kali ini terasa berbeda karena merupakan aksi perdana setelah para siswa dan guru menjalani masa libur panjang.  Kondisi halaman sekolah yang dipenuhi dedaunan kering berserakan jadi target utama dalam aksi bersih-bersih tersebut. Semangat Baru dengan Kehadiran Guru Tambahan Salah seorang guru honorer SDN Padangdangan 2, Zainudin, S.Pd, menjelaskan bahwa program Bersase bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, melainkan upaya membentuk karakter peduli lingkungan bagi para siswa. "Bersase kali ini adalah yang perdana dilaksanakan setelah masa libur panjang. Otomatis sampah dedaunan banyak...

Jejak Ju’ Keng: Saudagar Tibet di Pesisir Pasongsongan dan Pusaranya di Kompleks Sunan Ampel

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa Pasongsongan di Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, tapi juga menyimpan narasi sejarah tentang asimilasi budaya dan kejayaan ekonomi. Salah satu tokoh kunci yang jadi akar silsilah masyarakat setempat adalah Ju’ Keng, seorang leluhur peranakan Tionghoa yang membawa pengaruh besar sejak abad ke-17. Kedatangan Sang Saudagar dari Tibet Menurut penuturan Kiai Ersyad, salah seorang keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng bukanlah pendatang biasa. Ia diyakini berasal dari wilayah Tiongkok Tibet. Ju’ Keng diperkirakan menginjakkan kaki di bumi Sumenep melalui pelabuhan pesisir Pasongsongan pada sekitar abad ke-17 Masehi. Pada masa itu, Pasongsongan merupakan titik strategis bagi perdagangan maritim. Kedatangan Ju’ Keng menandai awal mula geliat ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Ia tidak hanya membawa komoditas dagangan, tapi juga visi bisnis yang mel...

Menelusuri Jejak Ju’ Keng: Leluhur Peranakan Tionghoa di Pesisir Pasongsongan

Gambar
Kiai Muhammad Ersyad (kiri) bersama penulis. [sh] Desa/Kecamatan Pasongsongan di Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan sejarah maritim yang kuat. Tempo dulu, pelabuhan pesisir Pasongsongan merupakan tempat para Raja Sumenep ketika hendak bepergian ke pulau lain. Tapi, di balik deburan ombaknya, tersimpan sebuah kisah silsilah yang unik mengenai sosok Ju’ Keng, sosok leluhur peranakan Tionghoa yang jadi bagian penting dari sejarah komunitas lokal di sana. Kedatangan dari Tibet di Abad ke-17 Berdasarkan penuturan Kiai Ersyad, salah satu keturunan Ju’ Keng yang kini telah sepuh di Pasongsongan, Ju’ Keng diperkirakan tiba di Sumenep pada abad ke-17 Masehi. Beliau disebut berasal dari wilayah Tiongkok bagian Tibet. Kedatangan Ju’ Keng ke Madura tidak melalui jalur darat, melainkan masuk melalui gerbang maritim utama di masa itu, yakni pelabuhan pesisir Pasongsongan. Kehadirannya di abad ke-17 ini bertepatan dengan masa dimana perdagangan Nusantara...