Kisah Ta'olle Nelayan Pasongsongan dan Gelombang Perantauan
Pasongsongan bukan sekadar titik di peta timur Madura. Bagi saya, tanah ini adalah tempat kelahiran sekaligus rumah dimana suara ombak dan bau asin air laut selalu jadi latar belakang tumbuh kembang kami. Tapi, dalam tiga tahun terakhir, ada yang berbeda saat melangkah ke pelabuhan atau pesisir Pasongsongan. Dulu, riak laut senantiasa membawa harapan dan kepulangan perahu yang sarat dengan hasil tangkapan. Sekarang berbeda, suasana itu berubah jadi sunyi menyayat hati. Kidung pilu mengalun sedih ke ruang-ruang kehidupan mereka. Melihat kenyataan tersebut, para nelayan lokal hari ini, ada rasa sedih yang sulit disembunyikan. Istilah ta’olle—kosakata bahasa Madura untuk menggambarkan kondisi tidak mendapatkan apa-apa—kini kian sering terdengar di bibir para nelayan. Paceklik ikan berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir membuat melaut bukan lagi jaminan untuk menyambung hidup keluarga, melainkan perjudian yang acapkali berakhir rugi di solar dan te...