Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Khidmat Ikuti Upacara Bendera, Pembina: Menghormati Guru Adalah Harga Mati

Gambar
Sundari, S.Pd sebagai pembina upacara.   SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, pada Senin pagi.  Seluruh siswa dan dewan guru melaksanakan upacara bendera rutin guna menanamkan kedisiplinan dan rasa nasionalisme sejak dini. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd.  Dalam amanatnya, sosok pendidik yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah ini menekankan pentingnya adab dan etika siswa terhadap pengajar. Senin (19/1/2026).  Sundari menegaskan bahwa menghormati guru adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar bagi setiap murid.  Ia mengibaratkan guru sebagai orang tua kandung selama siswa berada di lingkungan sekolah. "Menghormati guru tidak ada nilai tawar, karena guru adalah orang tua kalian di sekolah. Para guru mencurahkan semua ilmunya dengan ikhlas agar kalian semua jadi manusia seutuhnya," ujar Sundari di hadapan barisan peserta upacara. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kecerdas...

Tekankan Arti Kebersihan, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd Jadi Pembina Upacara di SDN Padangdangan 2

Gambar
Upacara bendera SDN Padangdangan 2. SUMENEP – Yeni Alfi Laeliy, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara bendera hari Senin di SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan.  Upacara diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan dengan tertib.  Dalam amanat singkatnya, Yeni Alfi Laeliy, S.Pd menekankan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sekolah.  “Kebersihan diri dan sekolah harus dimulai dari diri kita. Jika lingkungan sekolah bersih, maka belajar pun akan terasa lebih nyaman,” ujar Yeni Alfi Laeliy di hadapan peserta upacara. Selasa (19/1/2026).  Ia juga mengajak seluruh siswa untuk membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kerapian pakaian, kebersihan kelas, serta membuang sampah pada tempatnya. “Sekolah yang bersih adalah cerminan warganya. Mari kita jaga bersama agar SDN Padangdangan 2 tetap jadi sekolah sehat dan nyaman,” pungkasnya. [k4y]

Pesan Menyentuh Pembina Upacara SDN Padangdangan 1: Hormat pada Guru Adalah Kunci Sukses

Gambar
SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti halaman SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, dalam pelaksanaan upacara bendera rutin pada Senin pagi. Cuaca cerah dan mendukung tanpa rintik hujan membuat seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar dan tertib. Senin (19/1/2026). Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara kali ini. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sundari, S.Pd., sosok guru baru di lingkungan SDN Padangdangan 1. Kehadirannya sebagai pembina jadi momen spesial karena ini adalah kali pertama bagi wanita dengan dua anak tersebut mengemban amanah sebagai pembina upacara sejak bergabung sebagai guru PPPK Paruh Waktu di sekolah tersebut. Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa dan jajaran guru, Sundari memberikan penekanan khusus mengenai pendidikan karakter, terutama terkait sopan santun kepada guru. Menurutnya, kecerdasan akademik semata tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik. Ia meyakini bahwa keberkahan ilmu dan kesuksesan hidup sangat be...

Cahaya Adab di Bawah Langit SDN Padangdangan 1 Pasongsongan

Gambar
Pagi itu, langit di atas SDN Padangdangan 1 membentang goresan mendung, seolah alam semesta turut berkonspirasi memberi ruang bagi khidmatnya sebuah prosesi. Senin (19/1/2026). Di bawah naungan cuaca teduh, derap langkah para siswa menyatu dengan hening yang sakral, menciptakan harmoni indah saat sang merah putih perlahan mendaki angkasa. Keheningan itu jadi saksi bisu bagi kelancaran sebuah upacara yang tidak hanya sekadar ritual, melainkan sebuah simfoni kedisiplinan yang menyatu dengan restu alam nan cerah. Di halaman sekolah, berdirilah Sundari, S.Pd., seorang ibu dari dua buah hati yang kini menapaki babak baru dalam pengabdiannya. Sebagai guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja menabuh jejak di sekolah ini, momen tersebut jadi kali pertama baginya berdiri tegak sebagai pembina upacara. Meski merupakan pengalaman perdana, aura ketenangan terpancar dari sosoknya, membawa semangat baru di lingkungan SDN Padangdangan 1, layaknya embun pagi yang membasahi rimbunnya dedaunan i...

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

Gambar
SUMENEP – Raut wajah bahagia terpancar dari Sundari, S.Pd., sosok pendidik yang kini memulai babak baru dalam perjalanan kariernya. Senin (19/1/2026). Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, wanita yang dikenal gigih ini resmi berpindah tugas ke unit kerja baru di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan. Perpindahan ini jadi momen membanggakan bagi Sundari. Pasalnya, sebelum menempati posisi barunya, ibu dari dua anak ini telah menghabiskan waktu selama 21 tahun mengabdi sebagai guru kelas di SDN Padangdangan 2. Masa pengabdian yang panjang tersebut jadi bukti nyata kesetiaan dan dedikasinya dalam mencerdaskan anak bangsa. Linieritas Ijazah Berbeda dengan tugas sebelumnya sebagai guru kelas, di SDN Padangdangan 1 Sundari kini memegang amanah sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penempatan ini didasarkan pada latar belakang pendidikannya sebagai Sarjana Pendidikan Agama Islam (S-1). Langkah ini diambil untuk memastikan linieritas kompetensi pengajaran, sehingga...

Perdana Jadi Pembina Upacara, Guru Baru SDN Padangdangan 1 Tekankan Bakti pada Guru

Gambar
SUMENEP– Upacara bendera di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, berlangsung khidmat dan lancar. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian prosesi tanpa hambatan hujan. Senin (19/1/2026). Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Sosok yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Sundari, S.Pd., seorang guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja bergabung di lingkungan SDN Padangdangan 1. Momen ini jadi pengalaman perdana bagi ibu dua anak tersebut berdiri sebagai pembina untuk memberikan amanat di hadapan seluruh siswa dan rekan sejawat. Dalam amanatnya, Sundari memberikan penekanan khusus mengenai etika. Ia menegaskan,  bahwa kecerdasan akademik harus dibarengi dengan akhlak mulia. "Kunci sukses seseorang, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat, adalah dengan senantiasa menjaga rasa hormat dan sikap sopan santun terhadap guru," ujar Sundari di hadapan peserta upacara. Kehadiran Sundari sebagai tenaga pendidik baru diharapkan bisa memberi...

Umar Dhany Kawesa: Kejujuran Hati dan Lengkingan Suara dari Kota Keris

Gambar
Kota Sumenep tidak hanya dikenal sebagai "Kota Keris" yang kaya akan tradisi, tapi juga sebagai rahim bagi talenta-talenta seni yang luar biasa. Salah satu nama yang tetap berpijar dalam ingatan dan industri musik pop-rock adalah Umar Dhany Kawesa. Bagi mereka yang pernah bersinggungan langsung dengannya, Umar bukan sekadar penyanyi; ia adalah simbol integritas di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan. Jejak Nostalgia Jakarta Mengenang Umar membawa ingatan saya kembali ke Jakarta pada tahun 2000. Kala itu, atmosfer musik Indonesia sedang berada di puncak kreativitasnya. Di antara deretan musisi yang mencoba peruntungan di ibu kota, Umar muncul dengan karakter khas. Banyak kenangan yang tercipta di sudut-sudut Jakarta bersamanya. Ada satu hal yang tidak pernah berubah dari sosok Umar: kejujurannya dalam bersikap. Di industri yang terkadang penuh dengan kepura-puraan, Umar adalah sosok santun. Ia memperlakukan sesama rekan artis dengan rasa hormat dan ketulusan murni...

CERPEN: Meratapi Sumpah yang Jadi Debu

Gambar
Tiap kali mentari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti kamar, bayang-bayang Tona datang tanpa diundang, membawa luka enggan mengering. Di keheningan malam, namanya bergema seperti bisikan menyayat hati, mengingatkanku bahwa kini ia bukan lagi pelabuhanku pulang. Tidur jadi hal yang mustahil ketika kenyataan bahwa ia telah jadi milik orang lain, meninggalkan lubang hampa menyesakkan di tengah kesunyian. Aku masih ingat betul, getaran suaranya saat kami mengucap janji suci untuk saling menjaga hingga raga tak lagi bernyawa. Namun, semua kata manis itu kini hanya jadi puing-puing pengkhianatan yang berserakan di dasar jiwaku. Ia melangkah pergi, merobek lembaran setia yang kami bangun dengan tetesan air mata dan harapan. Lalu memilih untuk memberikan hatinya kepada orang lain seolah semua sumpah yang pernah terucap hanyalah angin lalu. Kini, rasa kecewa menyeruak hebat di dada. Setiap kali aku membayangkan ia sedang tersenyum dalam pelukan yang berbeda. Melihatnya ba...