Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Pisah Sambut Pengawas Warnai Pertemuan Rutin KKG PAI Pasongsongan di SDN Pasongsongan 1

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar agenda pertemuan bulanan. Sabtu (25/7/2026)  Acara yang ditempatkan di SDN Pasongsongan 1 ini terasa istimewa dan penuh haru karena dirangkai dengan momen pisah sambut Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan. Dalam pertemuan tersebut, tongkat estafet kepengawasan pendidikan agama Islam secara resmi beralih dari pengawas lama, Tohet, M.Pd., kepada pengawas yang baru, Jufri, S.Pd.I., M.M. Ketua KKG PAI Kecamatan Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi pengawas lama selama bertugas membina para guru di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Tohet atas bimbingan dan dedikasinya selama bertugas di Kecamatan Pasongsongan. Banyak ilmu, arahan, dan motivasi yang telah Bapak berikan kepada kami," ungkap Abu Siri. Ia juga mendoakan agar pengabdian yang telah ...

Pertemuan Bulanan KKG PAI Pasongsongan: Resmi Sambut Pengawas Baru

Gambar
PASONGSONGAN — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar pertemuan bulanan rutin yang bertempat di SDN Pasongsongan 1, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik PAI se-Kecamatan Pasongsongan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja ke depan. Dalam sambutannya, Ketua KKG PAI Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang secara khusus kepada Pengawas PAI Kecamatan Pasongsongan yang baru, Jufri, S.Pd.I,M.M, yang hadir menggantikan pengawas sebelumnya. "Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Jufri, S.Pd.I. Besar harapan kami, kehadiran beliau dapat membawa semangat baru, bimbingan yang optimal, serta perubahan yang jauh lebih baik bagi kemajuan pendidikan agama Islam di Kecamatan Pasongsongan," ujar Abu Siri. Pertemuan bulanan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban.  Hadir dalam pertemua...

Banyak Siswa Bukan Jaminan: Meninjau Ulang Makna "Sekolah Favorit" di Era Zonasi

Gambar
Setiap memasuki musim penerimaan peserta didik baru, pemandangan yang sama selalu berulang: para orang tua berbondong-bondong, bahkan rela berebut, demi mengamankan satu kursi di sekolah yang berlabel "favorit".  Jarak rumah yang jauh seringkali diabaikan, padahal ada sekolah sederajat yang lokasinya hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal mereka. Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya yang membuat sebuah sekolah disebut favorit?  Apakah indikator utamanya adalah jumlah siswa yang melimpah dan gedung yang selalu penuh sesak? Mitos Kuantitas dan Narasi "Kepercayaan Masyarakat" Sebagian sekolah beranggapan bahwa kian banyak siswa yang mendaftar dan diterima, makin tinggi pula legitimasi kualitas mereka.  Buka pintu seluas-luasnya, tambah kuota rombongan belajar, lalu berlindung di balik frasa: "Ini adalah wujud kepercayaan wali siswa." Tapi, mengukur kualitas pendidikan semata-mata dari kuantitas peserta didik adalah pandangan yang ke...

Membongkar Mitos Sekolah Favorit: Ketika Persepsi Mengalahkan Realita Pendidikan

Gambar
Setiap memasuki tahun ajaran baru, sebuah pola berulang senantiasa terjadi di tengah masyarakat kita.  Ada sekolah tertentu yang kebanjiran pendaftar hingga harus menolak puluhan calon siswa, sementara di sudut lain, ada sekolah yang harus bersusah payah sekadar untuk memenuhi kuota satu ruang kelas.  Sekolah yang sepi peminat ini perlahan-lahan mati suri, terancam digabung, atau bahkan ditutup. Kondisi ini memicu satu pertanyaan krusial: Apakah sekolah yang sepi peminat tersebut memang tidak berkualitas? Jika fenomena ini dicermati di Kabupaten Sumenep, jawaban atas pertanyaan tersebut jelas: tidak sejajar. Kualifikasi Guru yang Tak Lagi Menjadi Pembeda Secara umum, mayoritas tenaga pendidik di Kabupaten Sumenep—maupun daerah lainnya—saat ini telah mengantongi Sertifikat Pendidik.  Artinya, secara kualifikasi, kompetensi, dan standar profesionalisme, para guru di sekolah yang dianggap "kurang favorit" memiliki kapasitas yang relatif sama dengan mereka yang mengajar di se...

Pemkab dan BPN Sumenep Lakukan Pengukuran Tanah di SDN Padangdangan 2 untuk Inventarisasi Aset

Gambar
PASONGSONGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep menerjunkan tim untuk melakukan pengukuran tanah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (24/7/2026).  Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan batas-batas wilayah sekolah serta legalitas kepemilikan lahan secara resmi. Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD, mengonfirmasi bahwa pengukuran lahan tersebut merupakan langkah nyata dalam menata administrasi daerah.  Menurutnya, proses ini merupakan bagian integral dari program pengamanan dan inventarisasi aset milik Pemkab Sumenep. "Pengukuran tanah di lingkungan sekolah kami ini bertujuan untuk pengamanan serta inventarisasi aset Pemkab Sumenep, agar ke depannya memiliki kejelasan status hukum dan pendataan yang teratur," ujar Madun. Langkah pendataan dan sertifikasi aset fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat mencegah potensi sengketa lahan di masa mendatang, sekaligus...

Tumbuhkan Karakter Religius, Guru PAI SDN Padangdangan 1 Biasakan Siswa Baca Surah Yasin Setiap Pagi

Gambar
PASONGSONGAN — Ada pemandangan berbeda setiap pagi di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (24/7/2026).  Sebelum bel masuk berbunyi dan kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa tampak khusyuk berkumpul untuk membaca Surah Yasin bersama. Kegiatan rutin ini dipimpin Sundari, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah tersebut.  Pembiasaan positif ini digelar di awal hari agar menjadi fondasi spiritual bagi para murid sebelum menerima materi pelajaran di kelas. Sundari mengungkapkan bahwa rutinitas pagi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam membentuk karakter peserta didik.  Menurutnya, penanaman nilai-nilai religius sejak dini sangat krusial di tengah perkembangan zaman saat ini. "Rutinitas pagi ini sangat penting agar para peserta didik bisa memiliki dan melekatkan nilai-nilai religius dalam diri mereka. Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki akhlak yang...

Tak Semua Pahlawan Memakai Seragam, Ada yang Berblangkon dan Mengantar Seorang Bocah Menjemput Langkah Pertamanya

Gambar
PASONGSONGAN – Di sebuah sekolah dasar yang berdiri di tengah hamparan sawah Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, lahir sebuah kisah yang mengajarkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal jabatan, profesi, ataupun batas wilayah. Kisah itu bermula dari kepedulian seorang kepala sekolah. Namanya Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan III. Masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang selalu tampil sederhana dengan blangkon Madura di kepalanya. Namun, di balik penampilan khas itu, tersimpan hati yang meyakini bahwa tugas seorang pendidik bukan hanya mengajar di ruang kelas, melainkan juga menghadirkan harapan bagi sesama. Harapan itu kemudian menemukan wajahnya pada seorang bocah bernama Irsya. Sejak dilahirkan, kedua kaki Irsya mengalami kelainan. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berlari mengejar teman-temannya, apalagi bermain tanpa batas. Setiap kali ingin berpindah tempat, bocah itu hanya mampu mengesot menggunakan kedua tangannya. Pemandangan itu berkali-kali mengetuk hati Ag...

Membangun Komunitas Digital Lewat Konten Menghibur dan Soft Selling

Gambar
SUMENEP -- Di tengah ketatnya persaingan kreator konten, Arrijal Faiz dan Moh. Heriawan memilih pendekatan berbeda melalui akun TikTok @papibubub.daily.  Awalnya dibuat untuk memperkenalkan bisnis mereka, AF Store Sumenep, akun ini kini berkembang pesat dengan mengedepankan hiburan, interaksi, dan kedekatan dengan audiens dibanding sekadar berjualan secara agresif. Lewat strategi soft selling—seperti video komedi, vlog, tantangan, hingga sesi live streaming yang interaktif—akun mereka berhasil berkembang secara organik hingga meraih puluhan ribu pengikut dan jutaan tayangan tanpa promosi berbayar.  Kepercayaan dan loyalitas komunitas yang terbentuk juga membuka peluang kerja sama endorsement serta promosi UMKM lokal secara alami. Ariz (Arrijal Faiz) menegaskan bahwa kepercayaan audiens adalah aset utama.  "Kami ingin orang terhibur dan merasa nyaman dulu. Jika sudah percaya, promosi produk akan terasa lebih natural," ujar Ariz di tempat kerjanya. Kamis (23/7/2026).  ...