Sekolah Mati Suri dan Jeritan Guru PPPK Paruh Waktu
Tahun ajaran baru tidak selalu membawa keceriaan. Bagi sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang sama sekali tidak mendapatkan murid baru, momentum ini adalah lonceng kematian. Sekolah yang kosong bukan sekadar statistik, melainkan tragedi "mati suri" yang berujung pada ancaman penutupan. Di balik bangku-bangku kosong itu, ada kecemasan mendalam dari para gurunya. Bayangkan jika mereka adalah saudara, famili, atau sahabat kita sendiri. Di era sekarang, tidak sedikit dari mereka yang berstatus sebagai guru PPPK Paruh Waktu dengan gaji pokok hanya Rp 400.000 per bulan. Satu-satunya harapan agar dapur tetap mengepul adalah Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) atau sertifikasi. Lalu, apa yang terjadi jika sekolah mereka terpaksa ditutup? Regulasi akan memindahkan mereka ke SDN lain. Tapi realitasnya, sekolah yang dituju biasanya sudah padat. Akibatnya, guru pindahan ini tidak mendapatkan jam mengajar yang cukup. Padahal, pemenuhan jam mengajar adalah sya...