Lestarikan Budaya Madura, Tangan Dingin Salehodin Hr Cetak Generasi Emas Macopat

Kisah inspiratif Salehodin Hr, guru SDN Panaongan 3 yang lestarikan Macopat Madura hingga antar siswanya, Sulaiman, raih juara di tingkat provinsi.
Jaga Warisan Leluhur, SDN Panaongan 3 Jadi Kawah Candradimuka Macopat di Pasongsongan
Salehodin Hr (kiri) saat tampil di pagelaran Macopat Lesbumi MWC NU Pasongsongan. [Foto: Kaiy]

SUMENEP – Di tengah gempuran modernisasi, upaya pelestarian seni tradisional Macopat Madura justru menemukan napas baru di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan.

Adalah Salehodin Hr, sosok guru yang menjadi aktor intelektual di balik bangkitnya minat generasi muda terhadap seni tarik suara tradisional ini.

Berawal dari kepercayaan penuh Kepala SDN Panaongan 3, Salehodin mengemban misi menjaring dan membina murid-murid yang memiliki bakat vokal di atas rata-rata.

Lewat sentuhan pembinaannya, seni Macopat yang sering dianggap "tua" justru jadi ajang prestasi bagi para siswa.

Prestasi Hingga Tingkat Provinsi

Hasil dari dedikasi tersebut bukan sekadar isapan jempol. Berkat bimbingan intensif Salehodin, sejumlah siswa binaannya berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar juara di tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Kami melihat potensi besar pada anak-anak. Tugas kami hanya mengasah bakat alami mereka dengan teknik yang benar agar seni Macopat ini tetap relevan dan membanggakan," ujar Salehodin. Ahad (5/4/2026).


Dedikasi Tanpa Batas di Lesbumi NU

Tak hanya aktif di lingkungan sekolah, kiprah Salehodin dalam melestarikan budaya Madura juga merambah ke ranah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Saat ini, ia tercatat sebagai jajaran pengurus Macopat Lesbumi MWC NU Pasongsongan.

Di lembaga tersebut, ia tidak hanya berperan secara administratif, tapi juga jadi mentor bagi para anggota.

Banyak pegiat seni muda hingga dewasa yang datang kepadanya untuk belajar mendalami cengkok dan makna filosofis di balik bait-bait Macopat.

Upaya yang dilakukan Salehodin Hr menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kebudayaan mampu menjaga api kelestarian tradisi lokal tetap menyala di tangan generasi penerus. [Kaiy]


macopat-madura-mwc-nu-pasongsongan-sdn-panaongan-3

LihatTutupKomentar