Warisan Turun-Temurun: Inilah Beragam Cara Nelayan Pasongsongan Menangkap Ikan
![]() |
| Perahu nelayan Pasongsongan. [k4y] |
Eksistensi Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep
sebagai pusat perikanan terbesar di Madura adalah sebuah prestasi budaya
sekaligus ekonomi. Metode-metode berikut bukan sekadar cara mencari makan,
melainkan identitas yang menghubungkan manusia dengan lautnya.
Sebagai masyarakat, kita
patut bangga bahwa di tengah gempuran modernitas, nelayan Pasongsongan tetap
memegang teguh pakem-pakem leluhur sambil tetap produktif menyuplai kebutuhan
protein bagi masyarakat luas.
Menjaga kelestarian laut Pasongsongan berarti menjaga
piring-piring kita tetap terisi dengan ikan-ikan segar berkualitas terbaik.
Kekuatan utama nelayan Pasongsongan dalam mendapatkan
ikan terletak pada ragam metode tangkapnya.
Mereka tidak hanya bergantung pada satu cara, melainkan
memiliki klasifikasi teknik yang disesuaikan dengan jenis ikan dan kondisi
alam.
Berikut adalah warisan teknik yang masih lestari hingga
kini:
Majeng & Ngoncor: Majeng
menjadi potret kerja sama tim yang luar biasa dengan melibatkan 17 orang atau lebih
dalam satu perahu tradisional. Menggunakan jaring modern dan "rumah
ikan" dari janur. Mereka melakukan nengker (mengelilingi rumah
ikan) sambil melepaskan jaring. Waktunya setelah subuh.
Sementara Ngoncor memanfaatkan
teknologi cahaya (lampu) untuk memikat ikan tanpa terikat waktu, membuktikan
bahwa nelayan kita sangat adaptif terhadap perilaku ikan.
Arombhang & Apolang: Bagi
mereka yang memiliki ketahanan luar biasa, Arombhang adalah jalannya. Menghabiskan waktu lebih
dari seminggu di tengah laut dengan pancing lemileh (lebih dari sepuluh mata pancing)
menunjukkan dedikasi tinggi.
Bagi yang ingin durasi lebih
singkat, teknik Apolang
jadi pilihan dengan prinsip kerja yang serupa namun hanya menginap semalam.
Teknik Spesialis (Ajurung, Ajaring, Ajala, &
Nyondit): Setiap jenis tangkapan punya senjatanya sendiri. Ajurung khusus untuk teri
dan udang kecil dengan jaring halus. Ajaring yang dilakukan malam hari dengan jaring
memanjang, hingga Ajala
yang merambah wilayah sungai.
Sementara teknik Nyondit dengan kerangka segitiga bambunya sebagai identitas unik nelayan kecil. [k4y]

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.