Dilema Guru PPPK Paruh Waktu: Semangat Mengabdi, Kantong Teruji
Januari 2026 jadi babak
baru. Ribuan guru PPPK Paruh Waktu resmi bertugas. Ada rona bahagia di wajah
mereka. Tapi, di balik itu tersimpan kecemasan nyata.
Jadi guru baru bukan perkara
mudah. Bulan-bulan pertama adalah masa paling berat. Dompet mereka diuji
habis-habisan. Gaji belum cair.
Beban utama adalah biaya
operasional. Banyak guru ditempatkan jauh dari rumah. Jarak tempuh puluhan
kilometer. Biaya bensin melonjak drastis. Belum lagi jika harus beli makanan,
pengganjal perut.
Padahal, status "baru
bekerja" berarti belum ada pemasukan stabil. Mereka wajib memutar otak
untuk bertahan hidup. Sebagian terpaksa berhutang demi bisa berangkat ke
sekolah.
Dedikasi memang tidak bisa
diukur dengan uang. Tapi, guru juga manusia biasa. Mereka butuh makan dan biaya
transportasi. Semangat mengajar jangan sampai padam karena beban finansial.
Pemerintah perlu menaruh
atensi khusus persoalan ini. Kebijakan yang meringankan beban mereka sangat
dinanti.
Jangan biarkan pahlawan tanpa tanda jasa ini berjuang
sendirian. Awal pengabdian sejatinya membawa harapan, bukan justru lilitan
beban.
Semangat guru PPPK Paruh Waktu! [k4y]

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.