Pererat Ukhuwah, Ponpes Annidhamiyah Luncurkan Program Yasin dan Tahlil Bergilir ke Rumah Santri

mengaji surah yasin dan tahlil di pondok pesantren annidhamiyah pamekasan
Fatillah Alfi Maghfirah (2 dari kiri) bersama keluarga. [sh]

PAMEKASAN – Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhamiyah yang berlokasi di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, membuat terobosan baru dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Ponpes ini meluncurkan program pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dilaksanakan secara bergilir ke rumah-rumah santri.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk melatih kemampuan santri dalam memimpin doa di tengah masyarakat, tapi juga sebagai sarana strategis untuk mempererat hubungan antara pihak pesantren dengan keluarga besar santri.

Fatillah Alfi Maghfirah, salah satu santriwati Ponpes Annidhamiyah, menyambut positif kehadiran program baru ini.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang sangat tinggi bagi para santri maupun keluarga yang dikunjungi.

"Tentu program ini sangat baik, karena utamanya bisa menjadi ajang bersilaturahmi secara langsung kepada keluarga santri di rumah mereka masing-masing," ujar Fatillah saat diwawancarai di Ponpes Annidhamiyah.

Lebih lanjut, Fatillah menjelaskan bahwa manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh pihak tuan rumah. Kedatangan para santri untuk melantunkan ayat suci Al-Qur'an dan kalimat thayyibah jadi doa khusus bagi para leluhur keluarga tersebut.

"Di samping silaturahmi, keluarga tuan rumah yang telah meninggal dunia juga didoakan secara khusus melalui tahlil bersama ini. Jadi, manfaatnya dirasakan dunia dan akhirat," tambahnya.

Melalui kegiatan "jemput bola" semacam ini, Ponpes Annidhamiyah berharap keberadaan pesantren tidak hanya dirasakan sebagai lembaga pendidikan formal semata, melainkan juga sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat sekitar, khususnya di wilayah sekitar Ponpes Annidhamiyah. [sh]

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak