Peringatan Hari Guru Nasional di SDN Panaongan 3: Angkat Budaya Madura dan Semangat Belajar

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan
Salehodin HR (kiri) mendapat kalungan bunga dari Kepala SDN Panaongan 3. [sh]

SUMENEP - Upacara peringatan Hari Guru Nasional di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, pada Senin (25/11) berlangsung khidmat dan sarat pesan pendidikan. Sejak pagi, para siswa bersama dewan guru mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib.

Kepala Sekolah, Agus Sugianto, S.Pd, yang tampil mengenakan blangkon khas Madura, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menuntut ilmu dengan merujuk pada pesan dari Surat Al-‘Alaq.

“Iqra berarti bacalah. Kita diajarkan untuk terus belajar. Masa depan kalian sangat dipengaruhi oleh kesungguhan dalam mencari ilmu,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Pada peringatan tahun ini, seluruh guru mengenakan pakaian adat Madura. Agus Sugianto menjelaskan bahwa pengenalan budaya lokal juga merupakan bagian dari pendidikan karakter.

“Budaya Madura mengajarkan kita untuk menghormati orang tua serta menjaga sopan santun. Nilai-nilai itu juga penting untuk dipelajari,” tambahnya.

Ia turut mengutip pesan Sayyidina Ali tentang pentingnya menghargai siapa pun yang memberikan ilmu, termasuk orang tua yang menjadi guru pertama bagi anak-anak.

Salah satu momen berkesan dalam upacara tersebut adalah pemberian penghargaan kepada guru senior, Salehodin HR, S.Pd, yang selama ini dikenal sebagai pembina siswa berprestasi diantaranya Sulaiman, peraih Juara III Lomba FTBI tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Salehodin menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan sekolah.

“Selama siswa bisa berprestasi, itu sudah menjadi kebanggaan bagi saya,” tuturnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan motivasi belajar para siswa serta memperkuat penghargaan terhadap guru dan nilai-nilai budaya daerah. [sh]

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak